Dukung Palestina, Raja Salman Kecam Serangan Israel di Masjid Al Aqsa

Dukung Palestina, Raja Salman Kecam Serangan Israel di Masjid Al Aqsa Kredit Foto: Rakyat Merdeka

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mengecam tindak kekerasan yang dilakukan pasukan Israel di Masjid al Aqsa di Yerusalem.

Menurut Saudi Press Agency, Raja Salman menyampaikan itu ketika berbincang di telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan pada Rabu (13/5/2021).

Raja Salman pun menyatakan dukungan kerajaannya kepada rakyat Palestina untuk mendapatkan hak mereka yang sah. Ia menekankan akan berdiri bersama Palestina sampai mendapatkan hak-hak mereka.

Melansir Arab News, dalam pembicaraan tersebut kedua kepala negara juga membahas posisi masing-masing dalam perkembangan regional dan internasional terkini. Tak lupa keduanya saling menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Erdogan ke Vladimir Putin: Israel Harus Diberi Pelajaran!

Baca Juga: Calling Raja Salman, Erdogan Buka-bukaan Bahas Ini dengan Sang Raja

Ketegangan antara Israel dan Palestina terus berlanjut dengan serangan Israel di Gaza. Dilansir Aljazeera, serangan tersebut telah menewaskan sekitar 87 warga , termasuk 18 anak-anak. Sementara itu, lebih dari 530 orang, sejak serangan intensif Israel, Senin malam lalu (11/5/2021). Sementara di pihak Israel, tujuh orang meninggal.

Militer Israel mengatakan telah menyerang Gaza lebih dari 600 kali sejak Senin malam, sementara Hamas telah menembakkan lebih dari 1.600 roket ke arah Israel, dengan sebagian besar dari mereka telah dicegat dan dihancurkan.

Ketegangan meningkat dipicu pengusiran Israel atas warga Palestina dari Sheikh Jarrah di Yerusalem timur, yang berbuntut bentrokan di Masjid al Aqsa serta penutupan akses ke rumah suci tiga agama itu.

Meski banyak warga sipil jadi korban, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut akan terus menyerang Hamas, faksi Palestina yang memerintah di Jalur Gaza.

"Perdana Menteri Netanyahu mengatakan, Israel akan terus bertindak untuk merusak kemampuan militer Hamas dan organisasi teror lainnya yang beroperasi di jalur Gaza," keterangan sekretariat Netanyahu ketika melaporkan isi percakapan telepon Netanyahu dengan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini