Gibran Putra Jokowi Gunakan THR untuk Beli Beras dan...

Gibran Putra Jokowi Gunakan THR untuk Beli Beras dan... Kredit Foto: Viva

Gibran Rakabuming Raka merasakan tunjangan hari raya (THR) pertama sebagai wali kota. THR itu dimanfaatkannya untuk membeli beras dan dibagikannya kepada warga.

Namun, suami Selvi Ananda itu mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa besaran jumlah THR yang diterimanya. Tak hanya THR, soal jumlah gajinya sebagai wali kota pun tak tahu secara pasti. Tetapi yang pasti baik gaji maupun THR itu, ia gunakan untuk membeli beras. Bukan untuk keluarganya, tapi beras itu untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkannya.

"THR enggak ngecek, saya nggak pernah ngecek. Gaji juga enggak pernah ngecek. Yang namanya operasional dan gaji pertama sejak awal kan saya beliin beras," kata Gibran di Solo, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Beda Haluan, Warganet Mencak-Mencak ke Gibran Rakabuming: Sekarepmu!

Namun sebelum menjabat wali kota, Gibran mengaku pernah mendapatkan gaji THR saat merintis karir kerja.

"Kalau THR dari awal kerja dulu ya sudah menerima THR sekitar 10 tahun yang lalu," katanya.

Seperti diketahui mobil dinas Wali Kota Solo Kijang Innova itu selalu dipenuhi tumpukan kemasan beras di bagian belakang jok mobil. Masing-masing kemasan beras itu berukuran 5 kilogram. Biasanya, beras tersebut akan dibagikan kepada warga di sela-sela kegiatan blusukan di berbagai sudut Kota Solo.

"Saya kan cari rejekinya bukan dari gaji wali kota. Jadi gaji wali kota itu selalu saya gunakan untuk beliin beras. Kalau berasnya habis, kita beli beras lagi. Berasnya untuk dibagikan kepada masyarakat," ujarnya.

Sebelum menjadi wali kota, Gibran memang sudah dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di bidang bisnis katering serta bisnis kuliner lainnya seperti Markobar. Tak hanya itu, ia juga merambah bisnis jas hujan dengan merek Tugas Negara Bos dan bisnis lainnya.

Baca Juga: Kontra Pusat, Gibran: Solo Itu Kecil Banget Kok

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini