1,5 Juta Orang Bakal Padati Puncak Arus Balik, Polri Siapkan 109 Check Point Tes Antigen

1,5 Juta Orang Bakal Padati Puncak Arus Balik, Polri Siapkan 109 Check Point Tes Antigen Kredit Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polr, Irjen Pol Istiono mengatakan puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah diprediksi berlangsung mulai malam ini.

"Puncak arus balik diprediksi mulai hari ini sampai besok, karena Senin masyarakat sudah mulai masuk kerja," kata Istiono, Sabtu 15 Mei 2021 malam.

Baca Juga: Ingin Arus Balik Lebaran Anda Aman dan Lancar di Jalan? Maka Perlu Siapkan Hal Ini...

Istiono menuturkan, berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) yang berangkat mudik ke sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera berjumlah kurang lebih 1,5 juta orang. "Ini yang perlu dikelola perjalanan balik ke Jabodetabeknya," ucapnya.

Polri, kata dia, mengantisipasi mobilisasi kendaraan roda empat dan roda dua di jalur tol dan arteri. Kemudian untuk truk sumbu tiga ke atas yang melalui jalan tol perlu dilakukan diskresi kepolisian untuk mengalihkan perjalanannya melalui jalur arteri atau non tol mulai dari Semarang sampai Jakarta dari siang hari.

Di sisi lain, Polri bersama Satgas Covid-19 menyiapkan 109 titik check point yang tersebar di 26 rest area dan pintu tol. Lalu 83 lainnya tersebar di titik jalur arteri jalan nasional dari Jawa dan Sumatera menuju Jakarta.

"Dengan melaksanakan kegiatan rapid test antigen secara random yang dilaksanakan mulai hari ini (Sabtu 15 Mei 2021). Untuk wilayah Sumatera (Aceh sampai Lampung) merupakan wilayah atensi Covid-19 oleh karenanya sebelum melakukan penyeberangan harus dilengkapi surat bebas Covid-19.

Menurut dia, bila hasil random test menujukan positif, pemudik langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat yang sudah ditunjuk. "Terus dikakukan pengawasan dan pengendalian terus menerus serta koordinasi dengan instansi terkait untuk antisipasi dinamika di lapangan yang setiap saat bisa berubah," pungkas Istiono.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini