Lewat Cuitan Berbahasa Inggris, Presiden Jokowi Respons Kritik Soal Palestina

Lewat Cuitan Berbahasa Inggris, Presiden Jokowi Respons Kritik Soal Palestina Kredit Foto: Instagram Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab sejumlah kritik yang dialamatkan kepadanya terkait situasi di Palestina. Lewat tiga rangkaian kalimat di akun twitter @jokowi, Presiden Jokowi mendesak Israel menghentikan agresinya ke Palestina. Agresi itu telah menimbulkan ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.

"Indonesia mengutuk serangan Israel yang telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Agresi Israel harus dihentikan," ujar Jokowi dalam cuitan yang ditulis menggunakan Bahasa Inggris, Sabtu (15/5/2021).

Baca Juga: Pembela Ahok Wafat, Bukan Cuma Bos Pertamina yang Sedih, Relawan Jokowi Ikutan Bersedih

Agresi Israel ke Palestina merupakan salah satu isu global yang mendapatkan perhatian lebih Jokowi. Karena itu cuitan yang juga dirilis Biro Setneg ini Jokowi menyatakan telah melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah kepala negara.

"Dalam beberapa hari terakhir ini saya telah berbicara dengan Presiden Turki, Yang Dipertuan Agong Malaysia, PM Singapura, Presiden Afghanistan, Sultan Brunei Darrusalam, dan PM Malaysia," tulis Jokowi.

Dalam pembicaraannya dengan sejumlah pemimpin dunia tersebut, selain membahas soal kondisi warga Palestina di Jalur Gaza, Presiden Joko Widodo juga membicarakan soal tindak lanjut ASEAN Leaders' Meeting hingga perkembangan situasi di Afghanistan.

Kritik terhadap sikap dan peran Indonesia atas serangan Israel terhadap Masjid Al Aqsa dan Palestina sebelumnya banyak disampaikan politikus dan kader Partai Demokrat. Salah satunya adalah Andi Arief, yang menilai sikap Indonesia terlalu lembek.

Andi Arief lewat akun twitternya menyindir sikap politik luar negeri Indonesia sebagai bebas pasif. Dia tidak melihat peran politik global Indonesia sebagai negara berpenduduik muslim terbesar di dunia dalam isu Palestina.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini