Israel Hancurkan Kantor Media di Gaza, Alasannya Bikin Geleng-geleng

Israel Hancurkan Kantor Media di Gaza, Alasannya Bikin Geleng-geleng Kredit Foto: Anadolu Agency/Ali Jadallah

Israel terus memborbardir Jalur Gaza. Bahkan, rudalnya menghancurkan Menara Al-Jalaa, gedung bertingkat yang menampung kantor-kantor media. Yakni Aljazeera TV, The Associated Press (AP), Mayadeen Company for Media Services, stasiun radio Voice of Prisoners, dan Doha Media Center. 

Bangunan 12 lantai yang menjadi sasaran rudal Israel adalah salah satu bangunan bertingkat tertua di Gaza. Bangunan itu memiliki 60 unit. Termasuk kantor perusahaan media, firma hukum, dan klinik kesehatan.

CEO dan Presiden AP, Gary Pruitt, mengatakan, sebelum menargetkan gedung itu, Israel telah memberikan peringatan.

"Ini artinya Israel sadar bahwa di gedung banyak media berkantor. Kami terkejut dan ngeri bahwa militer Israel akan menargetkan dan menghancurkan gedung yang menampung biro Associated Press dan organisasi berita lainnya di Gaza," kata Gary Pruitt.

Baca Juga: Peringatan Hamas: Serangan Darat Bakal Tambah Jumlah Tentara Israel yang Tewas

"Ini adalah perkembangan yang sangat mengganggu. Puluhan jurnalis dan pekerja paruh waktu ada di situ. Untungnya kami bisa mengevakuasi mereka tepat waktu," ujarnya.

Jika tahu di sana banyak media, jadi apa alasan Israel menjatuhkan rudalnya di gedung itu? Juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus menuding, Hamas (organisasi yang berkuasa di Jalur Gaza) menggunakan gedung itu untuk kantor intelijen militer dan pengembangan senjata.

"Ada alat teknologi yang sangat maju yang digunakan Hamas, yang ditempatkan di sekitar atau di dalam gedung tersebut," tudingnya, dilansir Channel News Asia, Minggu (16/5/2021). Tetapi, Conricus mengaku tidak dapat memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut tanpa upaya intelijen.

Namun, pernyataan Conticus, dimentahkan Gary Pruitt. Menurutnya, klaim Israel tak masuk di akal. Sebab, biro AP di Gaza sudah menempati gedung itu selama lebih dari satu dekade. Selama itu, tidak ada indikasi Hamas menggunakanya untuk kegiatan intelijen, terlebih menjadi gudang senjata.

"AP telah berada di dalam gedung itu selama lima belas  tahun dan kami tidak memiliki indikasi Hamas berada di dalam gedung atau aktif di dalam gedung," ucap Gary Pruitt.

"Kami telah meminta pemerintah Israel untuk mengajukan bukti, Ini adalah sesuatu yang secara aktif kami periksa dengan kemampuan terbaik kami. Kami tidak akan pernah mau membahayakan jurnalis kami," tukasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini