Demokrat Kubu Moeldoko Ingatkan Demokrat AHY Jangan Permalukan SBY Soal Palestina

Demokrat Kubu Moeldoko Ingatkan Demokrat AHY Jangan Permalukan SBY Soal Palestina Kredit Foto: Instagram/Agus Harimurti Yudhoyono

Juru Bicara Partai Demokrat hasil KLB yang dipimpin Moeldoko, Muhammad Rahmad meminta Partai Demokrat Kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menekan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) melalui konflik Israel-Palestina, bahkan membandingkan rekam jejak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Jokowi dalam mengatasi krisis di Palestina, adalah keliru dan hanya akan mempermalukan SBY.

"Sebagaimana diberitakan sebelumnya, AHY, Anton Sukartono Suratto - Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, dan Ricky Kurniawan - Deputi Bakomstra DPP Partai Demokrat, turut mengomentari konflik Palestina dan Israel yang hingga saat ini masih terus berlangsung. Ricky Kurniawan dalam keterangan tertulisnya bahkan membandingkan rekam jejak SBY lebih hebat dari Presiden Jokowi dalam mengatasi konflik di Palestina," ujarnya, Senin (17/5/2021).

Baca Juga: Setelah Sempat Menyindir, Politikus Demokrat Apresiasi Jokowi yang Keluarkan Sikap Soal Palestina

Rahmad menganggap, kubu AHY tidak mengikuti perkembangan hubungan diplomasi Indonesia dengan Palestina dan dunia internasional. Indonesia secara gigih telah bicara ke OKI dan Dewan Keamanan PBB sebelum Demokrat Kubu AHY bicara tentang Palestina.

"Pada Kamis (23/04/2021) lalu, Indonesia telah bicara di “Open Debate" Dewan Keamanan PBB terkait Palestina dan Timur Tengah. Indonesia menyampaikan bahwa rencana Israel untuk aneksasi wilayah Tepi Barat Palestina tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam proses perdamaian Israel-Palestina dan stabilitas di kawasan. Indonesia telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikan rencana Israel tersebut," tuturnya.

"Sebelumnya, Presiden Jokowi di sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 PBB, tanggal (22/9/2020) lalu, telah menyampaikan pidato khusus tentang pentingnya Indonesia untuk terus konsisten memberikan dukungan kepada Palestina untuk mendapatkan hak-haknya," sambung Rahmad.

Lebih lanjut Rahmad mengatakan, perhatian khusus Indonesia dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina juga ditunjukkan ketika Indonesia menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB dan Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020.

Di sisi lain, Retno Marsudi, Menlu RI dalam kapasitasnya sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB pada bulan Mei 2019, menyampaikan ada tiga hal penting yang harus diperhatikan Dewan Keamanan PBB terkait Palestina; Pertama, pentingnya untuk memberikan perlindungan bagi penduduk sipil Palestina, Kedua, perlunya segera diambil langkah konkret untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Palestina, dan Ketiga, proses perdamaian harus dimulai kembali.

"Untuk itu perlu segera dibentuk proses perdamaian yang kredibel, yang memastikan kesetaraan semua pihak dalam perundingan," ulas Rahmad.

Tidak hanya soal Palestina, lanjut dia, di bawah Presidensi Indonesia, Dewan Keamanan PBB telah berhasil mengesahkan 4 resolusi, yaitu: 1 resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon (UNIFIL), dua resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan perdamaian di Somalia (UNSOM), tiga, resolusi perpanjangan rezim sanksi di Mali, dan keempat, resolusi tentang personel penjaga perdamaian perempuan yang diprakarsai Indonesia.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini