Awal Mei, Dana Desa Baru Terserap 26%

Awal Mei, Dana Desa Baru Terserap 26% Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Pemerintah menyiapkan berbagai upaya untuk mengoptimalkan penyaluran dana desa. Diharapkan dana dapat segera terserap dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga dapat membantu mendorong pertumbuhan konsumsi di tengah kondisi pelemahan daya beli saat ini.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengungkapkan hingga 8 Mei 2021, penyerapan dana desa telah mencapai Rp18,86 triliun atau sekitar 26% dari total pagu Rp72 triliun. Dana itu telah dicarikan ke 52.372 desa atau sekitar 70% dari total desa 74.961 desa.

Baca Juga: Pamsimas Dukung Perempuan Bangun Air Minum dan Sanitasi Pedesaan

Ia mengatakan penyaluran dana desa sesuai dengan peruntukkannya akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dana desa itu disalurkan melalui berbagai program seperti bantuan langsung tunai (BLT), desa aman Covid-19, dan program padat karya tunai desa.

Ia pun memuji kinerja kepala desa yang dianggap mampu menyalurkan dana desa sesuai dengan peruntukkannya dan aturan pemanfaatannya.  "Jika dilaksanakan maksimal maka saya yakin ekonomi Indonesia akan tumbuh," kata Abdul Halim saat menghadiri halalbilhalal dengan para Kepala Desa se-Indonesia secara virtual, Jumat (14/5/2021).

Selain itu, ia mengapresiasi perangkat desa, pendamping desa dan relawan pemutakhiran data desa yang telah berupaya mendata secara detail dan konkret untuk kepentingan desa. Data tersebut misalnya soal junlah warga desa yang berhak menerima dana desa dan permasalahan yang dialami suatu desa.

Ia mengatakan memiliki perencanaan pembangunan berbasis data bisa mendorong des aitu memiliki program keberlanjutan atau masuk SDGs Desa ke depannya.

"Ketika kita membangun di desa dengan data dan fakta yang ada maka saya yakin dalam waktu yang tidak lama permasalahan yang dihadapi seperti kemiskinan, stunting, pendidikan dan kesejahteraan bisa teratasi," pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini