Garis Lurus dengan AHY, Barisan Militan Demokrat Kutuk Aksi Brutal Israel

Garis Lurus dengan AHY, Barisan Militan Demokrat Kutuk Aksi Brutal Israel Kredit Foto: Reuters/Mohamad Torokman

Ketua Umum Barisan Militan Demokrat (BMD) Ade Muhamad Nur menegaskan organisasi yang dipimpinnya mengecam tindakan represif yang dilakukan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Baginya, tindakan ini sudah menyakiti hati umat Muslim se-dunia. "Kami mengecam aksi brutal ini," tegas Ade, kepada RM.id, Senin (17/5).

Baca Juga: Demokrat Kubu Moeldoko Ingatkan Demokrat AHY Jangan Permalukan SBY Soal Palestina

Sesuai arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menurut Ade, cara kekerasan tidak akan mengurai konflik yang terjadi di tanah Palestina. Baik Israel dan Palestina, sebaiknya menahan diri dan terus mengupayakan upaya damai demi kemerdekaan Palestina.

Pun terhadap bangsa Indonesia, sejatinya membela Palestina sudah tertuang di dalam UUD 1945. Bahwa, sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Muslim Indonesia PERADMI ini juga menyatakan segera melakukan Langkah kongkrit membela rakyat Palestina. Yaitu, dengan cara turun ke jalan memboikot beragam produk Israel.

Harapannya, aksi ini bisa menyadarkan zionis Israel bahwa aksi represif ini telah mencederai tidak hanya umat Islam, juga rasa kemanusiaan. "Sebentar lagi kita akan deklarasi BMD, dan sebagai pemanasan kita mengecam Israel," tutupnya.

Hal senada disampaikan Sekjen BMD, Tommy Rusihan Arief. Baginya, Israel sudah melewati batasnya dengan melakukan pengeboman Gedung al-Jalaa, yang di dalamnya terdapat kantor media Associated Press (AP) dan Al Jazeera, di Kota Gaza, Sabtu, 15 Mei 2021.

"Kami mengutuk aksi pengebomam itu," geram Tommy.

Menurutnya, aksi Israel ini melewati batas dan harus segera dihentikan. Menyebutkan data dari kantor berita Reuters, dari total 149 korban jiwa akibat pertempuran di Palestina sejak Senin lalu, 41 di antaranya adalah anak-anak. Israel melaporkan 10 pihaknya tewas.

Belakangan, diiketahui pengeboman itu dilakukan tentara Israel karena ada indikasi militan Hamas di dalam Gedung tersebut. "Apapun alasannya, ini tetap di luar batas," pungkasnya. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini