Pesan Jenderal Polisi untuk Pemudik yang Balik ke Jakarta Ngeri: Anda Tidak Bakal Lolos...

Pesan Jenderal Polisi untuk Pemudik yang Balik ke Jakarta Ngeri: Anda Tidak Bakal Lolos... Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memberikan pesan khusus bagi para pemudik yang akan kembali ke Ibu Kota Jakarta. Yakni, pihak kepolisian kembali membuat aturan kepada para pemudik di antaranya pengetatan dan memperpanjang penyekatan arus balik lebaran.

Tak hanya itu, pemudik yang kembali ke Jakarta juga diwajibkan melakukan tes swab antigen di sejumlah pos cek poin.

"(Akan) Dilakukan swab antigen gratis (di sejumlah pos cek poin)," katanya dalam video yang diunggah akun Twitter @TMCPoldaMetro seperti dilihat di Jakarta, Senin (17/5/2021).

Baca Juga: Pemudik Arus Balik Siap-Siap... Masuk Jakarta Diperketat, Pos Penyekatan Siapkan 31.000 Tes Antigen

Selain swab antigen, pihaknya juga mewajibkan para pemudik membawa surat keterangan bebas Covid-19 dari tempat asal. Bila tidak membawa maka petugas akan melakukan isolasi mandiri terhadap para pemudik.

"Jika tidak bisa menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19, mereka akan memaksa Anda untuk melakukan isolasi mandiri," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan para pemudik tidak akan bisa lolos dari pemeriksaan surat bebas Covid-19. Sebab, pihaknya sudah bekerja sama sampai dengan tingkat RT, RW, Babinsa, dan Babinkantibmas.

"Kalau Anda lolos di pos penyekatan ini, Anda tidak mungkin lolos di basis komunitas. Karena seluruh RT, RW, Babinsa, Babinkantibmas itu akan datang," tegasnya.

Baca Juga: Penyekatan Berlapis untuk Pemudik Arus Balik, Mobil dan Rumah Bakal Ditempelin Stiker

Hal senada disampaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pemprov memastikan pemudik yang kembali ke Jakarta akan melalui berlapis skrining kesehatan di berbagai lini.

Pertama, pemudik wajib menunjukkan surat bebas Covid-19 atau swab antigen di posko jalur arus balik. Di lini kedua, di masing-masing kelurahan, akan ada skrining lanjutan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini