Menteri BUMN Erick Thohir Inginkan Bisnis Halal Bertransformasi di Tengah Covid-19

Menteri BUMN Erick Thohir Inginkan Bisnis Halal Bertransformasi di Tengah Covid-19 Kredit Foto: Instagram/Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa perhatian kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama sektor ekonomi kreatif dan pariwisata bukan hanya tugas pemerintah.

Ada peranan penting dan strategis BUMN, swasta, hingga Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sebagai organisasi keumatan untuk menjadi ekosistem yang saling mendukung secara berkelanjutan. Menteri BUMN mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, bisnis halal harus bertransformasi dengan menyesuaikan diri terhadap tantangan dan masalah yang muncul.

Baca Juga: Menperin Usul Kawasan Industri Halal Jadi KEK

"Mulai dari bisnis makanan dalam kemasan, hijab instan, hingga aplikasi pemesanan tiket hotel, punya satu kesamaan, mereka mampu memecahkan masalah, tantangan, dan kebutuhan konsumen dengan efektif, kreatif, dan cara-cara yang kena di hati konsumen," kata Erick dalam pembukaan acara Eid Al Fitr Creative and Tourism (ECT) Expo 2021 secara daring, Senin (17/5/2021).

Meskipun pandemi ini penuh tantangan, Erick Thohir mengajak para pelaku usaha dalam ekosistem MES untuk tidak hanya fokus pada bagaimana bisnis bertahan di masa pandemi ini dengan produk dan cara lama.

Erick ingin, sektor bisnis halal dapat melahirkan dan memasarkan produk kreatif dan pengalaman pariwisata yang mampu menjawab masalah, tantangan, dan kebutuhan konsumen di masa kini dan masa depan.

Untuk itu, MES siap menjadi wadah yang efektif bagi pelaku bisnis dalam mempromosikan produk lokal yang halal dan berkualitas serta memicu untuk menemukan tantangan dan kebutuhan konsumen untuk jadi peluang baru.

Selain itu, MES juga menjadi wadah untuk mendorong daya saing dan rasa bangga akan beragam produk karya anak bangsa Indonesia dengan multiplier effect yang positif terhadap upaya pemulihan ekonomi.

"Untuk itu, saya mengajak masyarakat menjadi bagian dari kegiatan yang baik ini untuk bersama-sama menggairahkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata kita," kata Menteri BUMN.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini