Sah! Gojek-Tokopedia Resmi Merger Jadi GoTo

Sah! Gojek-Tokopedia Resmi Merger Jadi GoTo Kredit Foto: GoTo

Gojek dan Tokopedia hari ini secara resmi mengumumkan pembentukan Grup GoTo, yaitu grup teknologi yang menjadi ekosistem dengan menyediakan berbagai solusi untuk menjalani keseharian.

Perusahaan mengeklaim pembentukan Grup GoTo ini merupakan kolaborasi usaha besar di Indonesia, sekaligus kolaborasi terbesar antara dua perusahaan internet dan layanan media di Asia hingga saat ini.

Baca Juga: Telkomsel Guyur Investasi Lagi ke Gojek, Nilainya Tembus Rp4,2 Triliun!

"Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dengan dibentuknya Grup GoTo serta menandai fase pertumbuhan selanjutnya bagi Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial. Mitra driver Gojek akan memiliki peluang pendapatan yang lebih besar antara lain dengan mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia. Sementara, penjual dan mitra merchant dari berbagai skala bisnis akan mendapatkan berbagai manfaat dan kesempatan untuk meningkatkan usahanya," ujar CEO GoTo Andre Soelistyo dalam rilis yang diterima Warta Ekonomi, Senin (16/5/2021).

Kedua perusahaan ini pertama kali bekerja sama pada tahun 2015 untuk mempercepat layanan pengiriman e-commerce menggunakan jaringan mitra driver Gojek. Ke depannya, Gojek dan Tokopedia akan tetap beroperasi sebagai entitas yang berdiri sendiri, di dalam ekosistem Grup GoTo.

Andre Soelistyo dari Gojek akan memimpin GoTo sebagai CEO Group dengan Patrick Cao dari Tokopedia sebagai Presiden GoTo. Sementara, Kevin Aluwi akan tetap menjabat sebagai CEO Gojek dan William Tanuwijaya akan tetap menjadi CEO Tokopedia.

Selain tanggung jawab di tingkat grup, Andre juga akan terus memimpin bisnis pembayaran dan layanan keuangan yang dinamakan GoTo Financial. GoTo Financial mencakup layanan GoPay serta layanan keuangan dan solusi bisnis mitra usaha.

Perusahaan mengeklaim dalam rillisnya, dengan mengombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi serta keuangan, Grup GoTo akan menciptakan platform konsumen digital terbesar di Indonesia, melayani sebagian besar kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini