Bidik Konsumsi Rumah Tangga, Merger Gojek Tokopedia Bidik Kontribusi 2% PDB Nasional

Bidik Konsumsi Rumah Tangga, Merger Gojek Tokopedia Bidik Kontribusi 2% PDB Nasional Kredit Foto: GoTo

Gojek dan Tokopedia akhirnya resmi mengumumkan merger yang dilakukan keduanya. Keduanya bergabung di bawah bendera baru, yakni GoTo. Dengan mengombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi serta keuangan, Grup GoTo akan membidik sebagian besar kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Indonesia memiliki PDB lebih dari US$1 triliun (Rp14.000 triliun), serta merupakan negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia dengan total penduduk 270 juta. Grup GoTo akan menggarap potensi besar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memiliki segmen kelas menengah yang terus bertumbuh pesat serta populasi muda yang sangat tanggap teknologi.

Baca Juga: Sah! Gojek-Tokopedia Resmi Merger Jadi GoTo

"Ke depannya, Grup GoTo akan berkontribusi lebih dari 2% kepada total PDB Indonesia dan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta peluang penghasilan seiring dengan berkembangnya bisnis kami dan bertumbuhnya ekonomi," ujar Patrick Cao dari Tokopedia yang ditunjuk sebagai Presiden GoTo dalam rilisnya, Senin (16/5/2021).

Perusahaan secara grup (gabungan keduanya) memiliki total Gross Transaction Value (GTV) lebih dari US$22 miliar (sekitar Rp314 triliun) pada tahun 2020. Klaimnya juga grup memiliki lebih dari 1,8 miliar transaksi pada tahun 2020; lebih dari dua juta mitra driver yang terdaftar per Desember 2020; lebih dari 11 juta mitra usaha (merchant) per Desember 2020; dan lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active User/MAU).

Patrick mengatakan, dengan menggabungkan karakteristik layanan dari kedua perusahaan, layanan grup GoTo menjadi lebih variatif.

"Model bisnis Grup GoTo menjadi makin beragam, stabil, dan berkelanjutan. GoTo mengombinasikan transaksi platform Gojek yang memiliki volume dan frekuensi yang tinggi dengan platform e-commerce Tokopedia yang memiliki frekuensi medium, tetapi dengan nilai transaksi tinggi," kata Patrick.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini