Upaya Menghentikan Kebengisan Israel, Tak Usah Berharap ke Liga Arab

Upaya Menghentikan Kebengisan Israel, Tak Usah Berharap ke Liga Arab Kredit Foto: Instagram/ramallah.mix

Pengamat Timur Tengah Universitas Gadjah Mada (UGM) Siti Mutiah Setiawati menilai para pemimpin negara-negara anggota Liga Arab kecil kemungkinan membantu Palestina menghadapi kekerasan yang digencarkan Israel mengingat konflik internal di masing-masing negara itu belum usai.

"Kalau bangsa Palestina terkesan diabaikan negara-negara Liga Arab, karena mereka sendiri punya masalah masing-masing," kata Siti Mutiah saat dihubungi di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, hingga saat ini tidak sedikit negara-negara Liga Arab yang masih bersitegang dengan sesama anggota. Beberapa negara bahkan masih bermasalah dengan rakyatnya sendiri, dan sejumlah negara lainnya justru bersekutu dengan Israel.

Ia mencontohkan, Arab Saudi hingga kini masih belum mengakhiri konflik dengan Yaman dan berselisih pula dengan Qatar. Demikian juga dengan Suriah yang sampai saat ini masih terjadi krisis antara pemimpin dan rakyatnya.

"Uni Emirat Arab dan Bahrain malah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Jadi, memangĀ  mereka sudah terpecah," kata dia.

Melihat peta situasi politik dan keamanan di Liga Arab, Mutiah pesimistis negara-negara organisasi itu akan meluangkan tenaga untuk membantu Palestina.

"Mana bisa organisasi yang bermasalah menyelesaikan masalah," kata dia.

Ia menilai pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang terang-terangan mengancam Israel dengan mengerahkan negara-negara Islam, menurut Mutiah, menjadi simbol keberpihakan yang cukup berani.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini