Bamsoet Resmikan Simbol 6 Rumah Ibadah & Peletakan Batu Pertama Pembangunan Patung Rama Khrisna

Bamsoet Resmikan Simbol 6 Rumah Ibadah & Peletakan Batu Pertama Pembangunan Patung Rama Khrisna Kredit Foto: Majelis Permusyawaratan Rakyat

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dianugerahi penghargaan dan lencana 3/4 abad Resimen Mahasiswa Ugracena.

Bamoset juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan patung Rama dan Khrisna (tokoh Ramayana dan Mahabhrata) yang direncanakan dibangun setinggi lima meter, serta meresmikan simbol rumah ibadah (masjid, gereja, vihara, dan kelenteng) yang menggambarkan kemajemukan dan keharmonisan bangsa Indonesia. 

Baca Juga: Bersua Menteri Perhubungan, Bamsoet Bahas Legalitas Kendaraan Kustom

"Keberadaan simbol rumah ibadah dan patung Rama serta Khrisna menggambarkan semangat nilai pluralisme, sikap humanis dan Bhineka Tunggal Ika sebagai aset dan kekuatan bangsa Indonesia. Nilai-nilai keagamaan telah mewarnai kemajemukan masyarakat sejak bangsa Indonesia dilahirkan, dan menjadi fitrah kebangsaan yang diwariskan para founding fathers kepada kita semua. Karena itu, tidak boleh ada pengingkaran dalam bentuk dan rupa apapun terhadap fitrah kebangsaan tersebut," ujar Bamsoet saat bertemu Gugus Kebangsaan Bali, di Pura Puncak, di kawasan Monumen Perjuangan Bangsal (MPB), di Bali, Selasa (18/5/21). 

Turut hadir antara lain Ketua Umum Manajemen Monumen Perjuangan Bangsal Ngurah Bagus Putu Arhana, Ketua Dewan Harian Daerah Angkatan 45 Bali Wayan Windia, Ketua Korps Menwa Indonesia Bali Bagus Ngurah Rai, Komandan Korps Menwa Ugracena Bali Ida Anak Agung Parwatha Pandji, dan Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Seroja Timor Timur Bali Desak Kusuma Wati. 

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, keberadaan markas di Bangsal, yang kini dijadikan Monumen Perjuangan Bangsal, sangat berkaitan erat dengan sejumlah perjuangan rakyat Bali di berbagai tempat. Antara lain peperangan di Laut Gilimanuk, pendaratan pasukan I Gusti Ngurah Rai tanggal 20 November di Marga, juga perjuangan di Munduk Malang. 

"Menjadi markas pertemuan pimpinan pemuda pejuang dalam mengatur strategi perlawanan terhadap penjajahan Jepang dan Nica. Bahkan pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai sering melakukan pertemuan disini," jelas Bamsoet. 

Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menerangkan, tugas berat berada di pundak seluruh anak bangsa untuk menjadikan pengorbanan para pejuang tidak sia-sia. Memastikan kedaulatan, persatuan, dan kesatuan bangsa tetap terjaga. 

"Tegak berdirinya NKRI sebagai bangsa yang berdaulat, tidak lain berkat dukungan dan pengorbanan segenap komponen bangsa. Sistem pertahanan keamanan negara yang kita bangun mengamanatkan dua hal, bahwa rakyat adalah bagian penting dari upaya bela negara, dan bahwa upaya bela negara harus menjadi tanggung jawab dan kerja bersama seluruh komponen bangsa, bukan semata menjadi tugas TNI dan Polri," pungkas Bamsoet.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini