Alih-alih Mendukung, Amerika Rupanya Bekukan Resolusi buat Kutuk Kekejian Israel

Alih-alih Mendukung, Amerika Rupanya Bekukan Resolusi buat Kutuk Kekejian Israel Kredit Foto: Getty Image/AFP

Pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ketiga dalam sepekan terakhir, diklaim tidak menunjukkan hasil nyata. Utamanya, untuk meredam kekerasan di Gaza, di saat konflik itu telah menewaskan ratusan jiwa.

Mengutip Xinhua, Rabu (19/5/2021), laporan pertemuan Minggu kemarin juga dilakukan atas dasar sikap Amerika Serikat yang telah dua kali memblokir resolusi untuk mengutuk tindakan militer Israel. Dijelaskan, sikap itu juga muncul karena Presiden AS Joe Biden yang tidak memberikan tanda-tanda rencana untuk meningkatkan tekanan publik terhadap Israel.

Baca Juga: Anti-semit yang Dibawa-bawa Erdogan Bikin Amerika Murka: Coba Menahan Diri...

Alih-alih memberi tekanan, Joe menurut laporan itu, malah sebaliknya, berulang kali menekankan hak Israel demi mempertahankan diri. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield.

Secara gamblang, Linda memperingatkan dalam pertemuan, bahwa konflik bersenjata hanya akan menempatkan solusi yang dinegosiasikan, semakin jauh dari jangkauan.

Sejauh ini, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan udara Israel telah menewaskan 217 warga Palestina. Jumlah itu termasuk 63 anak-anak, dan melukai lebih dari 1.400 orang di daerah kantong Gaza yang diduduki oleh Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas).

Dalam dalihnya, Israel membenarkan pembomannya sebagai pembalasan terhadap serangan roket oleh pejuang Hamas. Namun demikian, Hamas berpendapat bahwa tindakannya adalah tanggapan terhadap kebijakan Israel tentang pemindahan paksa warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki, dan penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh pasukan Israel pekan lalu.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini