Neraca Dagang RI Alami Surplus 12 Bulan Berturut-Turut

Neraca Dagang RI Alami Surplus 12 Bulan Berturut-Turut Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca dagang pada bulan lalu mengalami surplus sebesar US$ 2,19 miliar. Adapun total ekspor Indonesia selama bulan lalu sebesar US$18,48 miliar dan total impor sebesar US$16,29 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan hal ini menandai surplus neraca perdagangan selama 12 bulan berturut-turut. “Dengan adanya surplus pada April 2021 ini, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus selama 12 bulan berturut-turut,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers pada Kamis (20/5/2021).

Baca Juga: Neraca Dagang Kembali Surplus, BI: Ketahanan Eksternal Makin Solid

Nilai ekspor nasional pada April sebesar US$ 18,48 miliar, naik 0,69% dibanding pada bulan sebelumnya dan naik 51,94% jika dibanding pada April tahun lalu. Menurutnya peningkatan ekspor  didorong oleh naiknya permintaan di berbagai negara. Di sisi lain harga komoditas ekspor Indonesia mengalami kenaikan.

Beberapa komoditas tersebut antara lain tembaga, aluminium, emas, dan minyak kelapa sawit. “Minyak kelapa sawit secara bulanan mengalami peningkatan 4,24% sedangkan secara tahunan naik 76,5%,” tambahnya. Harga tembaga juga naik 3,74% dibanding pada Maret.

Sedangkan harga emas naik 2,43% secara bulanan, dan 4,6% jika dibanding pada tahun lalu. Sebaliknya, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) turun 2,43% dari US$ 63,5 per barel pada Maret lalu menjadi US$ 61,96 per barel pada April.

Sementara itu nilai impor tercatat  US$16,29 miliar, turun 2,98% dibanding kan Maret 2021 dan naik 29,93% dari pada April 2020. “Penurunan impor secara bulanan terjadi karena pada nilai impor migas maupun nonmigas masing-masing sebesar 11,22% dan 1,69%,” pungkasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini