Kisah Orang Terkaya: Charles Schwab, Miliarder Investor yang Kelola Rp53 Ribu Triliun Aset

Kisah Orang Terkaya: Charles Schwab, Miliarder Investor yang Kelola Rp53 Ribu Triliun Aset Kredit Foto: PJMP IMAGES/PATRICK JAMES MILLER

Miliarder investor Charles Schwab adalah salah satu orang terkaya di dunia. Ia adalah ketua dan pendiri perusahaan pialang, Charles Schwab Corporation yang mengelola aset senilai USD3,75 triliun (Rp53.886). Schwab mendirikan perusahaan sebagai pialang batu bata dan mortir tradisional pada tahun 1971, dengan pinjaman USD100.000 dari pamannya.

Schwab lahir di Sacramento, California pada tanggal 29 Juli 1937. Schwab lulus dari Universitas Stanford pada tahun 1959 dengan gelar Bachelor of Arts in Economics. Pada tahun 1961, ia lulus dari Stanford Graduate School of Business dengan gelar Master of Business Administration.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Leng Youbin, Miliarder Berharta Rp169 Triliun Berkat Jualan Susu

Pada tahun 1963, Schwab dan tiga mitra lainnya meluncurkan Indikator Investasi, buletin investasi. Pada puncaknya, buletin tersebut memiliki 3.000 pelanggan, masing-masing membayar USD84 setahun untuk berlangganan.

Pada bulan April 1971, firma ini didirikan di California sebagai First Commander Corporation, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Commander Industries yang menawarkan jasa perantara tradisional dan menerbitkan buletin investasi Schwab. Pada bulan November tahun itu, Schwab dan empat orang lainnya membeli semua saham dari Commander Industries, Inc. Pada tahun 1972, Schwab membeli semua saham tersebut.

Pada tahun 1973, First Commander mengubah namanya menjadi Charles Schwab & Co., Inc. Dua tahun setelahnya, Schwab membuka cabang pertamanya di Sacramento, California. Cabang ini kemudian berkembang di seluruh negara bagian dan memotong pengeluarannya dengan penekanan yang sangat berat pada otomatisasi.

Pada tahun 1978, perusahaan tersebut memiliki total akun klien 45.000, dan jumlahnya meningkat menjadi 84.000 pada tahun 1979. Pada tahun 1980 Schwab mendirikan layanan kutipan 24 jam pertama di industri, dan total akun klien tumbuh menjadi 147.000.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini