Malaysia Temukan Virus Corona Menular dari Anjing ke Manusia

Malaysia Temukan Virus Corona Menular dari Anjing ke Manusia Kredit Foto: Wikimedia Commons

Virus corona baru telah ditemukan di Malaysia. Virus ini mungkin ditularkan kepada manusia melalui anjing.

Dalam sebuah studi, virus corona baru itu ditemukan pada anak-anak yang didiagnosis dengan pneumonia pada 2018. Penelitian menyebutkan bahwa virus tersebut dipastikan menyebabkan penyakit pada manusia. Virus itu akan menjadi virus corona manusia kedelapan yang diketahui dan yang pertama berasal dari anjing.

Baca Juga: Kasus Covid Masih di atas 6.000, Lockdown di Malaysia Bakal Diperketat

Sayangnya, penelitian yang diterbitkan di Jurnal Clinical Infectious Diseases pada 20 Mei 2021 itu tidak dapat membuktikan apakah virus corona pada anjing menyebabkan pneumonia pada anak atau apakah mikroba lain menjadi penyebabnya. Anak tersebut juga ditemukan terinfeksi rhinovirus atau virus yang menyebabkan flu biasa pada manusia.

Jika virus anjing memang menyebabkan penyakit pada anak tersebut tiga tahun lalu, belum jelas apakah virus corona jenis ini dapat menyebar di antara manusia.

"Seberapa umum virus (anjing) ini, dan apakah dapat ditularkan dari anjing ke manusia atau antarmanusia, tidak ada yang tahu," ujar Dr Gregory Gray, seorang profesor kedokteran, kesehatan global, dan kesehatan lingkungan di Duke University mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari Live Science, Sabtu (22/5).

Para peneliti mengatakan temuan mereka menggarisbawahi ancaman virus corona hewan terhadap manusia. Saat ini, banyak penyakit yang ditimbulkan oleh virus corona, bukan hanya corona SARS-CoV-2 atau yang berasal dari Wuhan.

Asal usul SARS-CoV-2 masih belum jelas. Namun, satu teori menyimpulkan bahwa virus melompat dari kelelawar kemudian pada hewan perantara lalu sampai ke manusia. "Virus corona ini kemungkinan menyebar ke manusia dari hewan lebih sering dari yang kita ketahui," kata Gray.

Para peneliti awalnya mulai mengembangkan tes diagnostik yang dapat mendeteksi berbagai jenis virus corona, tidak hanya SARS-CoV-2. Mereka melakukan penelitian terhadap 301 orang pasien pneumonia yang dirawat di rumah sakit di Sarawak, Malaysia, pada 2017 dan 2018.

Mereka menemukan bahwa delapan dari 301 sampel dinyatakan positif mengidap virus corona anjing baru. Penemuan ini sangat mengejutkan sehingga para peneliti awalnya mengira mereka telah melakukan kesalahan.

"Saya pikir, 'Ada yang salah.' Virus Corona pada anjing tidak diperkirakan ditularkan ke manusia. Ini tidak pernah dilaporkan sebelumnya," kata rekan penulis studi Dr Anastasia Vlasova, seorang ahli virologi dan asisten profesor di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Negeri Ohio.

Para peneliti kemudian melakukan pengujian ulang kepada delapan sampel menggunakan metode berbeda, salah satunya menumbuhkan virus tersebut di sel anjing. Para peneliti mampu mengisolasi virus dan mengurutkan genomnya.

Mereka mengonfirmasi bahwa virus, yang mereka juluki CCoV-HuPn-2018, adalah virus corona anjing baru. Virus ini juga mengandung segmen materi genetik dari virus corona kucing dan babi, sebuah fenomena yang dikenal sebagai rekombinasi yang biasa terlihat pada virus corona anjing. Penemuan ini menunjukkan bahwa virus ini juga menginfeksi kucing dan babi pada masa lalu, The New York Times melaporkan.

Menariknya, virus corona anjing baru juga memiliki mutasi yang belum pernah terlihat pada virus corona anjing sebelumnya. Namun, mutasi serupa telah terlihat pada SARS-CoV-2 dan SARS-CoV-1, virus yang menyebabkan sindrom pernapasan akut yang parah atau SARS. Mutasi ini terjadi pada salah satu protein struktural virus yang dikenal sebagai protein N.

Implikasi dari mutasi ini tidak jelas. Namun, ada kemungkinan hal itu membantu virus corona hewan beradaptasi untuk menginfeksi manusia.

Para peneliti berencana untuk melakukan lebih banyak penelitian untuk melihat seberapa umum infeksi virus corona pada manusia, dan apakah virus ini dapat ditemukan pada orang sehat dan juga orang sakit.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini