Partai Besutan Amien Rais Galak Banget ke Ngabalin: Mulutmu Harimaumu

Partai Besutan Amien Rais Galak Banget ke Ngabalin: Mulutmu Harimaumu Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Partai Ummat geregetan dengan kelakar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin kepada pendiri partai tersebut, Amien Rais.

Partai berlogo Bintang Perisai menilai pernyataan Ngabalin yang khawatir Amien Rais wafat sebelum Pemilu 2024, tidak beradab.

"Saya hanya mengingatkan kita semua agar berhati-hati dengan ucapan mulut kita, karena peribahasa ini mengandung kebenaran. Mulutmu Harimaumu!" geram Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Agung Mozin, Sabtu (22/5/2021).

Baca Juga: Barikade 98: Amien Rais Bukan Bapak Reformasi, Dia Cuma Penumpang Gelap Reformasi

Pernyataan ini merupakan reaksi atas cuitan Ngabalin di akun Twitter miliknya, @AliNgabalinNew, pada Jumat (21/5/2021). Isinya begini. "Saya khawatir Pak Tua ini wafat sebelum Pemilu 2024," cuit Ngabalin.

Cuitan ini, disertai dengan postingan berita media online berjudul Amien Rais Khawatir Jokowi Lengser di Tengah Jalan. Sontak cuitan ini bikin geger dunia maya dan direspons lebih dari 600 komentar di akun Ngabalin.

Bang Amoz, panggilan akrab Agung Mozin ini menyayangkan pernyataan yang dilontarkan Ngabalin. Mantan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaitkan dengan hukum karma.

"Analoginya begini, jika seseorang mendoakan keburukan kepada orang baik, doa itu bisa terbalik," tambahnya.

Lebih dalam lagi, Bang Amoz menceritakan tentang kisah Bal'am bin Ba'ura, seorang ulama Bani Israil yang doanya selalu dikabulkan Allah. Kala itu, dia diintimidasi Firaun untuk mendoakan agar Nabi Musa binasa. Namun apa yang terjadi, Allah mengelirukan lidah seorang ulama itu berbalik menjadi doa kebaikan bagi Nabi Musa.

"Maka doa buruk yang diminta penguasa Firaun itu kembali kepada mereka sendiri," sindir Bang Amoz.

Untuk itu, Bang Amoz mengajak kepada seluruh masyarakat yang percaya atas kekuatan doa, untuk tidak mendoakan tentang keburukan. Bisa jadi, doa buruk tersebut justru berbalik arah terhadap yang mendoakan.

"Ngabalin seperti mendoakan Bapak Amien Rais mati sebelum Pemilu. Sungguh sangat disayangkan ucapan yang keluar dari mulut Ngabalin," tutupnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini