Mohon Perhatian, Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran Mulai Bermunculan

Mohon Perhatian, Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran Mulai Bermunculan Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Perupadata mengunggah meme tenaga kesehatan (nakes) yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) baju hazmat yang sedang melakukan tes usap.

Meme tersebut tentang kondisi 2 hari arus balik. Disebutkan, sebanyak 148 pemudik positif Covid-19. Rinciannya, 48 orang melakukan isolasi mandiri, 57 orang dirujuk ke Wisma Atlet dan 43 orang dirujuk ke fasili­tas isolasi lainya. 

Angka 148 pemudik positif Covid-19 terse­but didapat dari total 22.762 orang yang dites Covid. Mereka diperiksa saat sudah masuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Untuk jumlah kendaraan yang diperiksa, ada 5.955 kendaraan. Baca Juga: Covid-19 di Everest: 100 Orang Positif

“Terdeteksinya di area operasi Polda Metro Jaya, yang artinya saat sudah masuk wilayah Jabodetabek,” ujar perupadata. Baca Juga: Studi: Vaksin Redakan Gejala Long Covid-19

Menurut @kebijakananies, sebanyak 148 pemudik positif atau reaktif Covid-19 setelah dilakukan rapid test antigen di pos pemeriksaan saat arus balik Lebaran 2021. Sementara kendaraan yang diperiksa sebanyak 5.955 kendaraan.

“Ada 15 ribuan orang dites saat arus balik ke Jakarta. Hasilnya, 84 di antaranya positif Covid-19 dan dirujuk ke Wisma Atlet,” kata @narkosun.

Polri, lanjut @narkosun, tetap akan melaku­kan penyekatan hingga 24 Mei mendatang. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memeriksa para pemudik yang balik dari kampung halaman. “Saat ini sudah bermun­culan pemudik dan wisatawan libur panjang kemarin yang positif Covid-19,” sebut @AimanWitjaksono.

Menurut akun Dian E Suryaman, penyekatan sudah dilakukan pihak berwajib di ratusan titik untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tapi dengan beragam cara dan alasan, sekelompok orang tetap mudik di tengah situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air yang belum juga reda.

“Yang sangat dikhawatirkan, adanya dampak dari peningkatan kasus baru yang akan terlihat dalam 2-3 minggu pasca-kegiatan mudik,” kata dia.

Akun @Desty007 menyesalkan kelakuan para pemudik. Kata dia, meski sudah dilarang dan dilakukan penyekatan, tetapi masih ban­yak masyarakat yang mudik dengan segala cara. “Gak kasian sama keluarga tercinta dan tenaga medis kalau kalian positif?” tanya dia.

“Masihbanyak warga yang egois. Masker dipakai, tapi pakainya di leher dan hanya sebagai gimmick,” kritik @Mr Abcd.

Azzura Lhi mengatakan, lonjakan angka positif selepas Lebaran bisa dipastikan naik. Terlebih di kota besar seperti Jakarta dan kota di dekatnya. “Karenanya, buat kalian yang tahun ini mudik, pastikan ketika mau balik punya surat keterangan bebas Covid-19,” kata dia mengingatkan.

Mengatasi lonjakan Covid-19, @AlexiaCinta mengatakan, pemerintah telah menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran dan beberapa rumah sakit daerah untuk tempat isolasi bagi pemudik yang positif Covid-19.

Akun Siriana menjelaskan, ada dilema psikologis pasca mudik Lebaran. Jika para pemudik kembali ke Jakarta kemudian positif Covid, maka mereka percaya bahwa seharus­nya taat pada larangan pemerintah. “Tetapi jika pasca mudik mereka merasa sehat-sehat aja, maka ini akan memperkuat daya tolak atas larangan pemerintah berikutnya,” ujarnya.

Sedangkan akun @aripinisme tidak setuju, kenaikan positif Covid-19 dikaitkan dengan pemudik. Dia beralasan, dengan atau tanpa adanya mudik, positive rate belum akan turun juga. “Larangan mudik dibuat, di lapangan tetap longgar, angka positif juga meledak. Yang disalahkan siapa? Pemudik. Penguasa aman,” tandas @aripinisme.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini