Saham Garuda Indonesia Babak Belur saat Ketahuan Lakukan Pensiun Dini Karyawan Demi Bertahan Hidup

Saham Garuda Indonesia Babak Belur saat Ketahuan Lakukan Pensiun Dini Karyawan Demi Bertahan Hidup Kredit Foto: Antara/Ampelsa

Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyentuh titik auto rejction bawah setelah ambruk 6,96% atau 22 poin ke harga Rp294 per saham pada perdagangan Senin 24 Mei 2021.Pelemahan saham Garuda Indonesia ini setelah beredar kabar bahwa perseroan bakal melakukan pensiun dini terhadap karyawannya.

Dalam keterangan resmi perseroan kepada Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra membenarkan bahwa perseroan memang tengah dalam tahap awal penawaran program pensiun yang dipercepat bagi karyawan Garuda Indonesia yang memenuhi kriteria dan persyaratan keikutsertaan program tersebut. 

“Penawaran program ini dilakukan sejalan dengan upaya pemulihan kinerja usaha yang tengah dijalankan Perusahaan guna menjadikan Garuda Indonesia - Perusahaan yang lebih sehat serta adaptif menjawab tantangan kinerja usaha di era kenormalan baru,” kata Irfan, di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Baca Juga: Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini untuk Karyawan

Menurutnya, situasi pandemi yang masih terus berlangsung hingga saat ini, mengharuskan Perusahaan melakukan langkah penyesuaian aspek supply & demand ditengah penurunan kinerja operasi imbas penurunan trafik penerbangan yang terjadi secara signifikan.

“Perlu kiranya kami sampaikan bahwa program pensiun dipercepat ini ditawarkan secara sukarela terhadap karyawan yang telah memenuhi kriteria. Kebijakan ini menjadi penawaran terbaik yang dapat kami upayakan terhadap karyawan di tengah situasi pandemi saat ini, yang tentunya senantiasa mengedepankan kepentingan bersama seluruh pihak, dalam hal ini karyawan maupun Perusahaan,” tambahnya.

Baca Juga: Duduk Perkara Hukuman Denda Ratusan Miliar Rupiah, Bos Garuda Indonesia Bilang....

Garuda Indonesia memastikan bahwa seluruh hak pegawai yang akan mengambil program tersebut akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku serta kebijakan perjanjian kerja yang disepakati antara karyawan dan Perusahaan. Melalui program pensiun yang dipercepat tersebut kami berupaya untuk memberikan kesempatan kepada karyawan yang ingin merencanakan masa pensiun sebaik mungkin, khususnya bagi mereka yang memiliki prioritas lain di luar pekerjaan, maupun peluang karir lainnya di luar perusahaan. 

"Ini merupakan langkah berat yang harus ditempuh Perusahaan. Namun opsi ini harus kami ambil untuk bertahan di tengah ketidakpastian situasi pemulihan kinerja industri penerbangan yang belum menunjukan titik terangnya di masa pandemi COVID-19 ini". Tutup Irfan.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini