Bukan Bank Digital, Astra Pilih Gelontorkan Investasi US$290 Juta ke Startup Digital, Kenapa Ya?

Bukan Bank Digital, Astra Pilih Gelontorkan Investasi US$290 Juta ke Startup Digital, Kenapa Ya? Kredit Foto: Istimewa

Digitalisasi secara agresif merambah hampir semua sektor, terutama perbankan. Sejumlah bank konvensional pun ramai-ramai bertranformasi menjadi bank digital. Meski begitu, PT Astra International Tbk (ASII) masih belum tergerak untuk kembali masuk ke bisnis perbankan, khususnya bank digital.

Head of Investor Relations Astra International, Tira Ardianti, menjelaskan bahwa Astra pernah menjalankan bisnis perbankan melalui Bank Permata hingga akhirnya melepasnya kepada Bangkok Bank pada tahun 2020 lalu. Mengenai potensi kembali masuk ke perbankan, Tira mengatakan bahwa hal tersebut belum dapat dijawab untuk saat ini. Namun yang pasti, Astra selalu meninjau strategi bisnis dari waktu ke waktu sehingga sesuai dengan dinamika bisnis dan industri terkini. Baca Juga: Astra International Sebar Dividen Rp4,6 Triliun

"Astra punya tim yang aktif meninjau dari waktu ke waktu dan memberikan masukan juga kepada manajer untuk melihat arahan strategi kita ke depannya. Astra nggak pernah tertutup untuk berbagai peluang untuk bisnis ini terus berkembang dalam jangka panjang," pungkas Tira pada Selasa, 25 Mei 2021. Baca Juga: Cucu Pendiri Lippo Rogoh Kocek Miliaran Rupiah Buat Borong Saham Pemilik RS Siloam

Lebih lanjut, Tira mengatakan bahwa Astra aktif melakukan investasi di sejumlah perusahaan digital. Mulai dari Gojek, Halodoc, hingga Sayurbox, seluruhnya Astra telah menggelontorkan dana hingga US$290 juta. Penanaman paling besar ditempatkan di Gojek, yakni mencapai US$250 juta.

"Untuk digital, tahun ini kita sudah umumkan, yaitu investasi di Sayurbox sebesar US$5 juta dan Halodoc sekitar US$35 juta," lanjut Tira.

Ia menambahkan, investasi tersebut merupakan wujud partisipasi Astra di digital economy. Mengenai alasan berinventasi, Tira mengatakan bahwa Astra menyukai model bisnis dari perusahaan-perusahaan digital tersebut. Gojek, Halodoc, dan Sayurbox dinilai memiliki prospek bisnis yang baik dengan visi misi yang sejalan dengan Astra.

"Kami suka dengan bisnis modelnya, visi-misi sejalan dengan Astra. Ada value juga yang diberikan untuk Indonesia. Apakah Astra akan menambah lagi, ini adalah sesuatu yang akan terus kami cermati dan kami pelajari," jelas Tira.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini