Bukaka Perusahaan Milik Keluarga Kalla Optimis Untung Bakal Makin Tebal, Ini Sebabnya!

Bukaka Perusahaan Milik Keluarga Kalla Optimis Untung Bakal Makin Tebal, Ini Sebabnya! Kredit Foto: Annisa Nurfitriyani

Perusahaan milik keluarga Kalla, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) pada tahun ini optimis kinerjanya akanmengalami peningkatan. Perseroan pun manargetkan bakal mengantongi keuntungan hingga sebesar Rp629,46 miliar tumbuh dari Rp493,17 miliar. Hal tersebut akan didukung olehpertumbuhan pada pos pendapatan perseroan yang diperkirakan bakal mencapai angka Rp4,77 trilliun dari Rp3,91 triliun.

“Target penjualan di 2021 Rp3 triliun dengan proyeksi laba bersih Rp287 miliar dari unit usaha konvensional dan ada tambahan PLTA penjualan Rp1,7 triliun dengan laba Rp340 miliar. Sehingga total kita estimasi penjulan Rp4,7 triliun dengan laba bersih Rp629 miliar,” ujar Direktur PT Bukaka Teknik Utama Tbk, Afififudin Kalla, usai paparan publik, di Bogor, Selasa (25/5/2021).

Ia mengungkapkan bahwa meski pandemi Covid-19 memukul bisnis penerbangan namun hal tersebut nyatanya tidak mempengaruhi permintaan garbarata perseroan.“Dari tahun 2020 saat Covid sedang marak penjualan tetap marak. Artinya hanya turun kurang dari 10%, karena garbarata ini pengadaan tidak langsung ada delivery time sekitar satu tahun,” ungkap Afif.

Baca Juga: Duh! Omzet dan Cuan Perusahaan Milik Keluarga Jusuf Kalla Kompak Terpangkas!

Nah, untuk mencapai taret tersebut perseroan pun menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) hingga senilai Rp537 miliar. Dana tersebut sebagian besar akan digunakan perseroan untuk penambahan modal khususnya di unit bisnis pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang tengah dilakukan perseroan seperti PLTA Poso, Malea ddan Kerinci.

“Sebagian penambahan modal di PLTA existing seperi di 3 PLTA besar yang sedang dijalankn yakni Poso, Malea dan Kerinci Marangin totalnya Rp450 milir. Sisanya untuk kegiatan bisnis baru salah satunya JV dengan perusahaaan di India untuk pengadaan Garbarata. Lalu ada persiapan proyek KPBU itu ada sebagian kita aokasikan untuk perusahaan baru tersebut,” jelasnya.

Adapun, dana capex seluruhnya akan dialokasikan perseroan dari dana kas internal perusahaan. “Dana masih dari internal, jadi belum ada rencana aksi korporasi,” tambah Direktur PT Bukaka Teknik Utama Tbk, Teguh Wicaksana Sari, dalam kesempatan yang sama. Sementara itu, keoptimisan perseroan pada tahun ini dikatakan Teguh juga didorong oleh keputusan pemerintah yang masih akan fokus melakukan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Perusahaan Milik Jusuf Kalla Telan Pil Pahit, Omzet dan Cuan Anjlok Berjemaah!

Pemerintah sendiri lanjutnya, telah menyiapkan anggaran pembangunan infrastruktur senilai Rp417,4 triliun, meningkat 48,5% dari anggaran tahun 2020 yang mencapai Rp281,1 triliun. Angka ini juga tergolong lebih besar dari anggaran kesehatan senilai Rp169,7 triliun.

Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi, Pemerintah juga ingin mengejar pembangunan banyak proyek yang tertunda selama pandemi Covid-19. Selain itu, Pemerintah juga membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) yang akan mengelola dana investasi dari luar negeri dan dalam negeri sebagai sumber pembiayaan alternatif pembangunan jangka panjang, sekaligus mengurangi ketimpangan (mismatch) dan ketergantungan terhadap dana-dana jangka pendek.

“Nah, pembiayaan alternatif yang disediakan LPI juga dapat digunakan untuk mendorong pendanaan proyek-proyek infrastruktur,” tandaasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini