Elektabilitas Puan Maharani Jempolan di Bursa Cawapres

Elektabilitas Puan Maharani Jempolan di Bursa Cawapres Kredit Foto: Instagram/Puan Maharani

Dalam bursa capres, elektabilitas Ketua DPR Puan Maharani memang rendah. Tapi, di bursa cawapres, elektabilitas putri bungsu Megawati Soekarnoputri jempolan. Berdasarkan hasil survei Y-Publica, di bursa cawapres, Puan punya elektabilitas paling tinggi, yakni 16,2 persen.

"Di antara tokoh-tokoh yang kurang diunggulkan sebagai capres, Puan Maharani merupakan kandidat terkuat," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono, seperti dikutip Antara, Rabu (26/6).

Baca Juga: Ganjar Pranowo Lewat, Puan Maharani Ternyata Lebih Potensial Diusung PDIP untuk Nyapres

Daftar cawapres disusun Y-Publica dari nama-nama yang berada di luar empat besar yang merajai bursa capres. Jadi,  Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan, tidak dimasukkan dalam bursa cawapres.

Di bawah Puan ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dengan elektabilitas 15,6 persen. Posisi tiga ditempati Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, dengan elektabilitas 10,1 persen.

Posisi empat sampai sembilan diisi Menteri BUMN Erick Thohir (8,8 persen), Menko Polhukam Mahfud MD (6,5 persen), Menteri Sosial Tri Rismaharini (3,9 persen), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (3,3 persen), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (2,8 persen), dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (1,6 persen). Sedangkan posisi sepuluh ditempati Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha (1,2 persen).

Survei Y-Publica dilakukan pada 1-10 Mei 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error plus minus 2,89 persen, dengam tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut Rudi, munculnya nama Puan cukup mengejutkan. Sebab, Ketua DPP PDIP itu mampu mengungguli tokoh-tokoh seperti Sandiaga Uno dan AHY yang kerap difavoritkan sebagai cawapres.

Rudi menganalisa, hal ini terjadi karena Puan memiliki karier politik cukup mumpuni. Diplot menjadi penerus dalam regenerasi PDIP, Puan telah teruji sebagai anggota DPR, Menteri Koordinator, dan kini menjabat Ketua DPR. "Puan bisa dibilang tokoh masa depan PDIP yang notabene adalah partai kuat dan berkuasa selama dua periode berturut-turut," ujarnya.

Sebagai politisi perempuan, Puan juga dinilai mampu membangun kharisma seperti halnya Megawati yang telah membesarkan PDIP. Dibandingkan dengan Sandi atau pun AHY, karier politik Puan pun jauh lebih panjang. Puan telah menjadi anggota DPR sejak 2004 dan meraih suara terbanyak di daerah pemilihannya di Jawa Tengah. Sedangkan Sandi dan AHY baru terjun ke politik ketika maju di Pilgub DKI 2017. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini