Koin Logam Kok Bisa Nempel di Lengan Bekas Suntikan Vaksin?

Koin Logam Kok Bisa Nempel di Lengan Bekas Suntikan Vaksin? Kredit Foto: Republika

Sejak pekan lalu, video yang memuat tayangan uang logam menempel pada lengan orang yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 menyebar luas melalui media sosial dan aplikasi percakapan instan. Video yang dibuat warga Indonesia salah satunya memperlihatkan uang Rp 1.000 menempel di bekas suntikan vaksin di lengan atas seseorang yang berseragam Dinas Perhubungan.

Video serupa lainnya juga banyak beredar dengan judul "Magnet Challenge". Semuanya mendukung klaim teori konspirasi bahwa di lengan penerima vaksin Covid-19 telah tertanam microchip bermagnet.  

Baca Juga: Wakil Anies Sebut Jumlah Kapasitas Rumah Sakit Di Jakarta Paska Ledakan Kasus Covid-19

Di salah satu video bahkan terdengar orang yang menghadap kamera secara spesifik mengeklaim bahwa dirinya telah mendapatkan vaksin Pfizer/BioNTech. Faktanya, aneka video tersebut tidaklah membuktikan reaksi magnetik ataupun vaksin Covid-19 mengandung microchip.

"Vaksin kami tak mengandung logam dan tak menimbulkan reaksi magnetik setelah disuntikkan," kata juru bicara Pfizer/BioNTech melalui surel kepada Reuters.

Dilansir Forbes, vaksin Covid-19 dosisnya kurang dari satu milliliter (mL). Vaksin Pfizer/BioNTech, contohnya, cuma 0.3 mL, sehingga microchip tak muat jika harus dimampatkan ke dalamnya.

Ahli fisika dan pakar medis mengatakan kepada Reuters bahwa vaksin Covid-19 tak mengandung logam atau microchip yang membuat penerima vaksin memiliki reaksi magnetis di lokasi injeksi. Tak satupun vaksin yang disetujui di Inggris dan Amerika Serikat mengandung bahan logam.

Sementara itu, keberadaan aluminium pada vaksin lain kadarnya sangat sedikit sehingga peneliti dari Oxford University menyebut itu sama saja dengan kuantitas yang ditemukan secara alami di makanan dan air minum. Kalaupun vaksin Covid-19 betul-betul mengandung logam, keberadaannya tak akan sampai menimbulkan reaksi magnetik.

"Jumlah logam yang diperlukan dalam vaksin untuk menarik magnet jauh lebih besar daripada jumlah yang bisa ada dalam dosis kecil vaksin," kata pakar medis dari Meedan Health Desk.

Lalu, mengapa koin logam bisa menempel di bekas lokasi suntikan vaksin?

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini