Astaga, Gak Disangka! Bekas Jenderal Israel Justru Nilai Hamas Lebih Menang karena...

Astaga, Gak Disangka! Bekas Jenderal Israel Justru Nilai Hamas Lebih Menang karena... Kredit Foto: Instagram/ramallah.mix

Israel membanggakan keberhasilan menghancurkan Hamas dalam operasi militer terbaru di Jalur Gaza. Namun asumsi ini dibantah oleh mantan petinggi militer Israel, Brigadir Jenderal Asaf Agmon yang menilai Hamas lebih sukses.

Agmon menunjukkan meskipun dihajar selama berhari-hari oleh Angkatan Udara Israel (IDF), kelompok yang bermarkas di Gaza itu sebenarnya menang lebih banyak dalam konflik ini. Menurut Agmon, berani menyerang Israel dengan ribuan roket membawa Hamas ke "agenda utama" pada saat Israel dan negara-negara lain mulai percaya kelompok itu telah ditangani.

Baca Juga: Dewan HAM PBB Pastikan Awasi Tindakan Israel dan Palestina Setelah...

"Sekarang, Hamas dipandang sebagai pemimpin sentral di antara rakyat Palestina, bahkan di Tepi Barat dan negara-negara di Timur Tengah. Kami menjadikannya sebagai faktor utama dalam konflik di wilayah Otoritas Palestina, pertama dan terpenting di Yerusalem," kata Agmon dilansir dari Sputnik pada Kamis (27/5/2021).

Serangan besar-besaran Hamas terhadap Israel terjadi menjelang pemilihan umum di wilayah Otoritas Palestina yang diumumkan oleh Mahmoud Abbas. Meski tanggal pemilihan masih belum jelas, Hamas, yang juga terlibat dalam kegiatan politik, kemungkinan akan berupaya memperkuat posisinya tidak hanya di Gaza tetapi juga di Tepi Barat.

"Kelompok itu mendapatkan kembali keunggulannya, bahkan di benak orang Israel setelah putaran terakhir serangan, yang dimulai pada 10 Mei dan berakhir 10 hari kemudian dengan gencatan senjata," ujar Agmon.

Agmon menambahkan sebelumnya warga Israel percaya bahwa Hamas telah dihantam. Tetapi kenyataannya Hamas telah tumbuh dalam kekuasaan. Mantan brigadir jenderal itu percaya penting bagi Israel untuk memahami bagaimana penilaiannya sendiri terhadap kelompok itu.

"Yang terjadi bukanlah hasil imbang, tapi kerugian yang mereka coba jual kepada kami sebagai sebuah prestasi. Yang terburuk adalah hal itu membuat kami mengabaikan kemunduran dan tidak belajar. Hal ini membawa kami pada kekalahan telak," ucap Agmon.

Komentar mantan militer itu muncul setelah Israel menyetujui gencatan senjata dengan Hamas setelah 10 hari baku tembak yang merenggut nyawa 12 warga Israel dan lebih dari 200 warga Palestina. Israel mengklaim telah menargetkan kepemimpinan Hamas dan sistem terowongan bawah tanah.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini