Siap Diguyur Uang Rp7 Triliun dari Qatar, Hamas Janji Ya Jangan Sampai Dikorupsi!

Siap Diguyur Uang Rp7 Triliun dari Qatar, Hamas Janji Ya Jangan Sampai Dikorupsi! Kredit Foto: Flash90/Abed Rahim Khatib

Qatar menggelontorkan bantuan sebesar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 7,1 triliun untuk membangun kembali Jalur Gaza. Pemerintahan Hamas pun berjanji akan memastikan dana bantuan itu sepenuhnya untuk rekonstruksi.

Menteri Luar Negeri Qa­tar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengumumkan bantuan itu via akun sosial media Twitter.

Baca Juga: Palestina Bahas Kemungkinan Rekonstruksi Gaza dengan Inggris

“Qatar mengumumkan 500 juta dolar AS sebagai dukungan untuk pembangunan kembali Gaza,” sebut Sheikh Moham­med dalam pernyataannya diku­tip AFP, Kamis (27/5/2021).

Qatar merupakan salah satu pendukung utama kelompok Hamas, yang menguasai Gaza. Gencatan senjata disepakati Hamas dan Israel, pekan lalu, setelah terjadi pertempuran sengit selama 11 hari sejak 10 Mei. Kawasan Jalur Gaza luluh lantak setelah digempur pasukan Israel selama 11 hari.

Sebagai kelompok yang menguasai Gaza, Hamas memasti­kan tidak akan menyelewengkan bantuan internasional untuk membangun kembali Jalur Gaza. “Saya menegaskan komitmen kami untuk tidak mengambil satu sen pun dana yang dimaksudkan untuk rekonstruksi dan upaya ke­manusiaan,” janji Kepala Sayap Politik Hamas, Yahya Sinwar.

Dia menjanjikan distribusi bantuan yang transparan dan tidak memihak. “Kami tidak pernah mengambil satu sen pun di masa lalu,” tuturnya.

Pernyataan Sinwar datang se­hari setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menjanjikan bantuan negaranya dalam membangun kembali Gaza, Selasa (25/5/2021). Namun Blinken menekankan, bantuan itu tidak boleh mengun­tungkan Hamas.

Teknisnya, Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Otoritas Palestina (PA), yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas. Hal ini AS lakukan untuk mengurangi risiko bantuan-bantuan tersebut bakal mem­perkuat Hamas. Sebab, AS dan Uni Eropa, sebagaimana juga Israel, mencap Hamas sebagai organisasi teroris.

Pertempuran antara Hamas dan Israel selama 11 hari menewaskan 254 warga Palestina di Gaza, ter­masuk 66 anak. Lebih dari 1.900 orang di Gaza mengalami luka-luka akibat gempuran Israel.

Di kubu Israel dilaporkan 12 orang tewas, termasuk satu anak, seorang remaja Arab-Israel, seorang warga India dan dua pekerja asal Thailand. Sekitar 357 orang lainnya di Israel mengalami luka-luka.

Upaya-upaya diplomatik sedang dilakukan untuk memperkuat kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Mesir itu.

Pekan lalu, Mesir juga mengumumkan bantuan sebesar 500 juta dolar AS untuk Gaza. Se­mentara AS pekan ini menjan­jikan bantuan sebesar 75 juta dolar AS (Rp 1 triliun) untuk pembangunan kembali Gaza.

AS juga menjanjikan 5,5 juta dolar AS (Rp 78,7 miliar) sebagai bantuan bencana darurat untuk Gaza dan sekitar 32 juta dolar AS (Rp 458 miliar) buat organisasi Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini