Innalillahi... Orang Sayap Kanan Prancis Bungkam Muslim-muslim yang Pro-Palestina

Innalillahi... Orang Sayap Kanan Prancis Bungkam Muslim-muslim yang Pro-Palestina Kredit Foto: Instagram/Middle East Eye

Pemerintah Prancis dengan cepat melarang pawai pro-Palestina. Menurut Presiden Emmanuel Macron, pawai dan aksi protes yang mendukung Palestina dianggap sebagai gangguan ketertiban umum.

Protes itu, kata dia, dapat merugikan kepentingan Israel. Sementara itu, penyelenggara demonstran pro-Palestina mengutuk upaya pemerintah membungkam hak-hak mereka.

Baca Juga: Soal Etnis Tutsi di Rwanda, Prancis Minta Maaf dan Akui Lakukan Genosida

Bagaimanapun, bagi Muslim Prancis, dengan melakukan aksi protes juga termasuk mengungkapkan realitas.

“Prancis adalah satu-satunya negara demokrasi di dunia di mana protes yang mendukung Palestina dilarang,” kata Pembela Hak Asasi Manusia, Elias d'Imzalene.

Larangan protes itu mengikuti arahan Macron yang berusaha membungkam suara Muslim di Prancis. Awal tahun ini, Macron mendorong Piagam Imam, prinsip yang akan mendefinisikan Islam di Prancis. Dalam piagam tersebut tercantum aturan yang mengatur pembicaraan Muslim di masjid.

“Para imam dan masjid harus menandatangani Piagam Imam yang ditulis oleh Pemerintah Prancis,” ujar dia.

D'Imzalene menambahkan kegagalan melakukannya dapat mengakibatkan masjid mereka ditutup dan jamaah ditinggalkan tanpa tempat ibadah. Piagam Imam menghentikan Muslim di masjid untuk membahas Islamofobia atau masalah internasional yang dianggap oleh pemerintah Prancis sebagai tanda ekstremisme.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini