Kadin: Indonesia Perlu Tingkatkan SDM untuk Pulihkan Perekonomian Nasional

Kadin: Indonesia Perlu Tingkatkan SDM untuk Pulihkan Perekonomian Nasional Kredit Foto: Boyke P. Siregar

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani mengungkapkan, selain program vaksinasi, terdapat beberapa hal yang harus ditingkatkan di Indonesia dalam memulihkan perekonomian nasional pasca Omnibus Law.

"Omnibus Law tentunya bukan jawaban satu-satunya untuk meningkatkan produktivitas iklim investasi yang baik, memang ada Undang-Undang dan implementasi yang penting, akan tetapi masih ada beberapa PR yang perlu ditingkatkan di Indonesia," ujar Rosan dalam webinar Vaksin dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga: Munas Kadin di Bali Tiba-Tiba Dibatalkan, Kamrussamad: Kenapa Dunia Usaha Dipermainkan?

Hal pertama yang perlu ditingkatkan adalah faktor sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Menurut Rosan, peningkatan SDM harus dilakukan dengan benar, terarah, dan terpogram. Sejauh ini, sekitar 58 persen SDM di Indonesia merupakan lulusan SD hingga SMP. Hanya sekitar 12-13 persen yang memiliki latar belakang pendidikan di tingkat diploma dan sarjana.

Hal ini menyebabkan perlunya kehadiran program vokasi, training, dan edukasi sebagai salah satu alternatif upaya peningkatan SDM. Namun, Budi mengungkapkan, upaya ini juga membutuhkan partisipasi dari pihak swasta.

"Oleh karena itu, Kadin berpartisipasi secara aktif agar para pekerja kita mengalami upscaling, terutama pada era digitalisasi," kata Rosan.

Pada era digitalisasi ini, akan muncul banyak hal yang akan terakselerasi dengan cepat. Oleh karena itu, SDM Indonesia harus bisa beradaptasi dengan kreatif dan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan transformasi masing-masing industri dalam jangka panjang.

Hal selanjutnya yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan daya saing Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan peningkatan SDM, logistik, peran dari kebijakan pemerintah terutama di bidang fiskal dan moneter, serta insentif lain yang diharapkan dapat memberikan dampak positif pada para pelaku usaha serta situasi ekonomi nasional ke depannya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini