MNC Vision Networks Pacu Produksi Seri Dokumenter Bisnis Brand Lokal

MNC Vision Networks Pacu Produksi Seri Dokumenter Bisnis Brand Lokal Kredit Foto: MNC Vision

Setelah memproduksi beragam seri drama, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) kini merambah produksi seri dokumenter. Kali ini mengangkat bisnis brand lokal yang dihelat anak-anak muda Tanah Air.

Sebelumnya emiten milik MNC Group ini memproduksi original series di antaranya Skripsick, Sumber Rezeki, dan The Intern.

Di seri dokumenter ini,perseroan mencermati dunia fashion yang merupakan tren yang sangat dinamis dan sangat menarik untuk dibahas dari generasi ke generasi.

Tren fashion di Indonesia memiliki perjalanan yang cukup panjang. Selama kurang lebih 2 dekade, global youth culture menjadi pengaruh besar terhadap perkembangan fashion dalam negeri. Tak hanya di dunia, di Indonesia sendiri pun ternyata punya sejarah tren fashion yang menarik, Semuanya dirangkum, dan diceritakan langsung oleh para penggerak fashion secara apik di Vision+ Originals terbaru yang bertajuk The Waves yang tayang eksklusif 28 Mei 2021.

Baca Juga: Mau Jadi Raksasa Media Digital & Terapkan AI di Semua Produk Digital, MNC Ekspansi Lagi!

Dirangkum dalam sebuah format docuseries, The Waves menceritakan sebuah perjalanan brand sub-kultur asli Indonesia yang terbagi dalam beberapa gelombang. Keterkaitan antara anak muda dengan tren fashion yang berkembang ke beberapa gelombang atau Waves, mulai daritren fashion distro, denim, brand lokal, hingga sneakers, merupakan alasan utama USS Networks bersama Vision+ menghadirkan docuseries The Waves sebagai konten terbarunya.

Clarissa Tanoesoedibjo selaku Managing Director Vision+ mengatakan, “Sebagai platform OTT terkemuka di Indonesia yang ingin terus menghadirkan konten-konten terbaik dengan berbagai angle cerita, Vision+ dengan bangga merilis docuseries The Waves di bulan Mei 2021.”

“Masih dengan topik yang menjadi concern bagi anak muda, The Waves yang mengupas tentang streetwear dan perkembangan industri fashion lokal, Vision+ berharap para penonton dapat menemukan missing pieces dari tren fashion yang kini tengah mereka gemari,” lanjut Clarissa.

Baca Juga: Rekor Terbaru! Pangsa Pemirsa Prime Time 4 TV MNCN Meroket Tembus 57,6%!

The Waves merupakan hasil kerjasama Vision+ dengan USS Networks, perusahaan Content Network yang bergerak dalam sektor gaya hidup kontemporer yang berakar pada budaya anak muda. USS Networks yang bertujuan menjembatani kesenjangan antara anak muda, merek, dan tren baru yang terus berkembang, sehingga diharapkan dapat membawa The Waves sebagai sebuah pemahaman yang cukup mumpuni mengenai perkembangan fashion di Indonesia bagi penonton Vision+.

Sayed Muhammad selaku founder USS Networks mengungkapkan, “Saat ini banyak sekali orang merasa brand luar negeri jauh lebih bagus dan berkembang daripada brand Indonesia tanpa memberikan solusi maupun kontribusi. Perlu diingat bahwa perjalanan fashion di Indonesia belum selama industri fashion di luar negeri yang sudah mendahului sejak puluhan tahun. Ini salah satu motivasi kami untuk membuat series The Waves ini, untuk memberikan gambaran perjalanan industri sub-kultur Fashion di Indonesia dan belajar bersama untuk mengembangkan industri ini lebih jauh lagi. Karena kita percaya industri ini masih sangat besar potensinya.”

Hadir dalam 6 episode, The Waves akan mengupas tuntas mengenai tren fashion dan perjalanannya di Indonesia dalam beberapa gelombang, mulai dari The Distro Waves, Sneakers Head First Wave, The Denim Head Wave, Local Pride First Wave, Sneakers Head Second Wave, Local Pride Second Wave. Semua gelombang tersebut diceritakan melalui sudut pandang para narasumber yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan tren fashion dan brand lokal Indonesia, sebut saja Dendy Darman, Eddy Brokoli, Max Suriaganda, Direz, Anton Wirjono, hingga dr. Tirta.

Baca Juga: Layanan OTT Milik MNC Grup Gandeng Layanan Streaming Video Punya Telkomsel Buat . . .

Anton Wirjono yang juga merupakan founder Goods Dept. sebuah local store yang mengepankan kolaborasi, juga turut memiliki andil dalam perkembangan tren fashion di Indonesia, khususnya di Jakarta, mengatakan, “Kolaborasi adalah satu add the core value yang penting untuk kita, karena satu ditambah satu bukan dua, satu tambah satu kita percaya adalah sepuluh, jadi sesuatu yang dihasilkan oleh kolaborasi selalu ada suatu cerita dan ada suatu interest yang terjadi dan itu saling mengangkat, saling mengingatkan orang–orang dengan brand-brand yang berkolaborasi.”

Dr. Tirta sosok yang tidak asing lagi dalam mengkampanyekan brand fashion lokal ini juga turut memberikan tanggapannya mengenai esensi fashion dan street culture. “Itu cuma trend (streetwear). Ya kalo bagiku esensi street culture atau apalah itu fashion lah itu trend. Tapi kan (dimulai dari) skate. Nah skate kan olahraga, olahraga yang dijalan. Kebetulan dia pake wearnya itu makanya disebut streetwear dan itu akan abadi, pemainnya akan terus ganti. Culture itu akan terus berganti kaya trend, fashion, lu mau segment mana terserah,” ujar pria yang juga merupakan founder Shoes and Care ini.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini