Edan! Trump Bilang Banyak Orang Mati Ikut Pilpres 2020, Eh Ditampar Pakar Politik: Ini Isu...

Edan! Trump Bilang Banyak Orang Mati Ikut Pilpres 2020, Eh Ditampar Pakar Politik: Ini Isu... Kredit Foto: Antara/REUTERS/Carlos Barria

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim 'banyak sekali' orang yang sudah meninggal dunia ikut memilih dalam pemilihan presiden 2020. Dalam pemilihan itu Trump yang diusung Partai Republik kalah dari Joe Biden dari Partai Demokrat.

"Breaking News! Jumlah orang yang sudah meninggal 'memilih' di pemilihan presiden 2020 sangat banyak, jauh lebih banyak dari yang orang tahu atau lihat sebelumnya," kata Trump dalam pernyataan yang dirilis di situsnya seperti dikutip Newsweek, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga: Donald Trump Diincar Pemerintah Skotlandia, Diduga Lakukan Pencucian Uang!

"Beberapa 'orang mati' ini bahkan meminta surat suara. Ini hanya satu dari berbagai aspek kecurangan dalam pemilihan 2020, sekarang masyarakat mulai memahaminya," tambah Trump.

Mantan presiden dan pendukung-pendukungnya mengatakan banyak orang yang sudah meninggal dunia memilih dalam pemilihan bulan November tahun lalu. Di sejumlah kasus, ada beberapa orang yang meninggal dunia setelah memberikan suaranya melalui surat tapi sebelum penghitungan dilakukan.

Pada FactCheck.org, pakar politik Charles Stewart III mengatakan klaim-klaim ini biasanya diambil dari isu-isu daftar pemilih. Seperti kemiripan nama pemilik hak suara dengan orang yang sudah meninggal.

Tidak ada klaim Trump mengenai pemilihan 2020 yang sudah terbukti. Tuduhan-tuduhan ini biasanya diarahkan ke negara-negara bagian yang tak berhasil Trump menangkan seperti Georgia, Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini