Elektabilitas Pepet Prabowo, Ridwan Kamil Tak Sungkan Tawarkan Diri Dilamar Parpol

Elektabilitas Pepet Prabowo, Ridwan Kamil Tak Sungkan Tawarkan Diri Dilamar Parpol Kredit Foto: Instagram/Ridwan Kamil

Elektabilitas Ganjar pada survei kali ini melampaui Prabowo Subianto yang selama ini unggul di puncak elektabilitas. Sementara elektabilitas Prabowo sebesar 16,7 persen dan dibayangi oleh Ridwan Kamil sebesar 15,9 persen.

Menurut Ridwan Kamil, pihaknya memegang dua filosofi politik dalam memimpin. Pertama politik akal sehat dan tahu diri. Tingkat elektabilitas dan popularitas dirinya yang dilansir lembaga survei bisa diperhitungkan oleh partai politik atau tidak sama sekali.

“Saya tahu diri. Saya ini belum berpartai, saya tidak tahu apakah dengan hasil survei untuk 2024 apakah akan dilamar atau akan diajak partai politik, saya tidak tahu. Kalau batinnya terbuka bismillah, kalau tidak terbuka ya tidak masalah,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Sabtu (28/5).

Baca Juga: Wacana Koalisi Prabowo-Puan Mencuat, PDIP-Gerindra Jateng Bersua

Emil menilai, dalam bursa Pilpres 2024 yang ada saat ini, para tokoh yang berkpirah dan memiliki news value hari ini berpotensi menaikan elektoral. “Siapa yang punya news value? Ya orang-orang yang sedang mengambil keputusan saat ini, menteri, gubernur,” katanya.

Emil mengaku, sejauh ini hasil elektabilitas lembaga survei lebih banyak dijadikan bahan evaluasi kinerja. Berbeda dengan calon lain yang ditopang dengan branding dan buzzer. Emil memastikan, dirinya belum memakai strategi buzzer termasuk membentuk tim khusus.

Menurut Emil, karena belum berpartai, sejatinya elektabilitas dan popularitas yang terekam oleh lembaga survei murni hasil kerja pribadinya. “Apa yang saya kerjakan, dan saya beritakan sendiri berpengaruh pada elektoral. Hasil Drone Emprit, kegiatan saya itu sumber viralnya saya sendiri, kalau teman-teman yang lain, ada amplikasi dari buzzer terkait viral-nya,” katanya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini