PDIP Enggan Koalisi, Demokrat Bilang Kontradiktif, Ternyata Gara-Gara Ini!

PDIP Enggan Koalisi, Demokrat Bilang Kontradiktif, Ternyata Gara-Gara Ini! Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Deputi Bappilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan, pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang tak ingin berkoalisi dengan partainya sah saja. Namun pernyataannya itu kontradiktif, karena ideologi serupa juga ada pada partai lain yang berkoalisi dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Variabel-variabel yang dipresentasikannya dimiliki juga dalam koalisi partai politik yang tergabung di koalisi pemerintahan Jokowi di bawah koordinasi PDIP saat ini. Jadi apa yang disampaikannya kontradiktif," ujar Kamhar lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (29/5).

Baca Juga: PDIP Ogah Koalisi, PKS Gak Baper: Silahkan Saja yang Penting Silaturahmi

Ia menjelaskan, hingga saat ini Partai Demokrat memang belum pernah berkoalisi dengan PDIP. Namun, hal tersebut bukan menjadi penghalang keduanya untuk berkoalisi di kemudian hari.

"Apalagi secara ideologis yang menjadi penghalang untuk kemungkinan membangun koalisi di kemudian hari. Ingat pameo dalam politik, tak ada kawan dan lawan yang abadi kecuali kepentingan," ujar Kamhar.

Hasto yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Bapak Bansos, disebut Kamhar sebagai kekecewaan PDIP di masa lalu. Pasalnya saat dua periode pemerintahan SBY, PDIP tak menjadi partai pemenang.

"Semua yang mengerti ekonomi dan kebijakan publik bisa memahami dan menerima bahwa kebijakan Pak SBY pada masa itu sangat tepat dengan memberi program Bansos dan BLT untuk menjaga daya beli masyarakat," ujar Kamhar.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini