Nah Loh, Penyidik KPK Bocorkan Kalau Ternyata Harun Masiku Ada di Indonesia

Nah Loh, Penyidik KPK Bocorkan Kalau Ternyata Harun Masiku Ada di Indonesia Kredit Foto: Twitter/Riau1Official

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid mengonfirmasi bahwa tersangka buron, Harun Masiku berada di Indonesia. Meskipun, dia tidak merinci keberadaan mantan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu di Nusantara.

"Ada (terdeteksi di Indonesia) orang plat nomornya kami tahu, yang dipakai mobilnya. Masak sampean enggak percaya kalau Harun masih hidup?" kata Harun Al Rasyid, di Jakarta, Minggu (30/5/2021).

Meski demikian, dia tidak bisa berbicara lebih lanjut terkait keberadaan tersangka buron tersebut. Dia mengatakan, keberadaan Harun Masiku terdeteksi di Indonesia hingga Jumat (28/5) lalu. "Tapi itu sudah beberapa hari yang lalu dan sekarang sudah hari Minggu. Perkembangan dari hari Jumat kan, ya sekarang sudah saya rahasiakan lagi dimana," katanya.

Baca Juga: Hasto Dengerin Nih! Demokrat Bilang Fokus Saja Bantu Cari Harun Masiku!

"Tapi kalau bagaimana kami teknis di lapangan, cara kami bekerja tentu enggak bisa diceritakan. Tapi intinya Harun Masiku ada, itu saja, berdasarkan hasil kerja kami, dia ada di Indonesia," tambahnya.

Dia menegaskan bahwa dirinya dapat mengetahui keberadaan Harun setelah mendapat tugas dari pimpinan KPK guna mencari keberadaan tersangka dimaksud. Sayangnya, dia mengaku saat ini tidak bisa berbuat apapun lantaran sudah diminta menyerahkan tugas ke atasan menyusul diterbitkannya SK 652 terkait hasil tes wawasan kebangsaan (TWK). "Masalahnya kan kemudian kami diminta untuk menyerahkan tugas kembali kepada atasan, nah jadi kami enggak bisa berbuat apa-apa,'' katanya.

Seperti diketahui, Harun Masiku dimasukan ke dalam daftar buronan oleh KPK pada 17 Januari 2020 lalu. Namun hingga saat ini KPK maupun aparat penegak hukum lain belum dapat menemukan keberadaannya.

Baca Juga: Demokrat-PDIP Memanas, Hasto Kena Sentil Disuruh Urus Harun Masiku!

Harun merupakan tersangka kasus suap paruh antar waktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024. Status itu dia sandang bersamaan dengan tiga tersangka lain yakni mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan, mantan anggota bawaslu Agustiani Tio Fridelia dan pihak swasta Saeful.

Wahyu disebut-sebut telah menerima suap Rp 900 juta guna meloloskan caleg PDIP Harun Masiku sebagai anggota dewan menggantikan caleg terpilih atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu. Sementara, TWK diikuti 1.351 pegawai KPK sukses menyingkirkan 75 pegawai berintegritas semisal penyidik senior, Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK yang juga penyidik Yudi Purnomo, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi KPK Giri Suprapdiono dan Kasatgas KPK Harun Al-Rasyid.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini