RI Tingkatkan Penetrasi Ekspor Pangan Olahan ke Tiongkok

RI Tingkatkan Penetrasi Ekspor Pangan Olahan ke Tiongkok Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan penetrasi ekspor produk makanan olahan ke Tiongkok. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan menggelar Indonesia Business and Investment Forum 2021 (IBIF 2021).

Forum bisnis dan investasi yang digelar KJRI Shanghai bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing ini mempertemukan kalangan pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok di sektor industri makanan, eksportir/importir/distributor produk makanan, perusahaan kawasan industri.

Baca Juga: Indonesia Mau Genjot Ekspor ke Belanda, Ini Strateginya...

Forum bisnis yang mengambil tema “Seizing Opportunities in the Food Processing Industry in Indonesia – Finding Your Business Partner" ini melibatkan 162 peserta dari kedua negara.

“Forum bisnis ini ditujukan untuk mempromosikan potensi Indonesia sebagai negara agraris dan perikanan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sektor industri pengolahan makanan,” kata Konsul Ekonomi KJRI Shanghai, Widya P Gultom.

Gultom mengatakan Tiongkok sebagai mitra perdagangan dan investasi terbesar Indonesia saat ini, dengan kapasitas dan keunggulan teknologinya dalam pengembangan industri pengolahan makanan dan minuman untuk pangsa pasar 1,46 miliar lebih penduduknya, tentunya berkepentingan untuk menjaga supply chain untuk menjaga stabilitas pasokan kebutuhan konsumsi makanannya.

“Peluang pasar besar yang terbuka ini tentunya banyak dimanfaatkan oleh berbagai negara untuk memasok kebutuhan konsumsi produk makanan olahan ke Tiongkok,” ucapnya.

Indonesia menurut dia menjadi salah satu negara yang sudah memanfaatkan peluang pasar ekspor ke Tiongkok baik dari produk-produk yang dihasilkan industri makanannya di Indonesia, maupun dari outbond investment industri makanannya di Tiongkok.

Namun demikian, potensi Indonesia dalam pengembangan ekspor produk makanan olahannya masih belum terlalu besar dibandingkan produk-produk sejenis dari negara Asia lainnya yang masuk ke Tiongkok.

“Dibutuhkan sinergi yang lebih besar lagi dari seluruh pemangku kepentingan di Indonesia untuk memanfaatkan peluang ini melalui pengembangan sektor industri makanan olahan, dengan mendorong potensi kerja sama perdagangan dan investasi dengan kalangan perusahaan Tiongkok,” jelasnya.

Melalui forum ini, ia berharap dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh kalangan pelaku usaha kedua negara.

"Namun yang terpenting membuka jalan bagi terjalinnya hubungan kerja sama bisnis dan investasi yang saling menguntungkan," pungkasnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini