Ini Mah Terang Benderang Ganjar yang Kena Sindir, Megawati: Petugas Partai Harus Nurut!

Ini Mah Terang Benderang Ganjar yang Kena Sindir, Megawati: Petugas Partai Harus Nurut! Kredit Foto: Viva

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta kepada para petugas partainya untuk menuruti apa yang telah ditetapkan partai. Menurutnya, petugas partai tidak boleh menolak pekerjaan yang telah diatur oleh partai.

Saat memberikan arahan di acara peresmian 25 kantor partai baru di tingkat Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Indonesia, Mega menyatakan bahwa petugas partai tidak bisa berkehendak atas nama pribadi.

"Petugas partai itu harus menurut apa yang ditugasi partai kepada dia, bukan malah oh saya tidak mau, endak enak," ungkapnya dikutip Senin 31 Mei 2021.

Baca Juga: Tegaskan Partai Bukan Milik Pribadi, Megawati: Aset Jangan Dijual!

Selain itu, Mega melanjutkan, petugas partai juga harus berani bekerja di lapangan. Mereka dimintakannya jangan hanya bisa menjual nama PDIP namun bekerja hanya dari kantor dengan kursi model kerajaaan.

"Yang saya lihat enggan itu kalau mereka ditugasi turun ke bawah, sepertinya sudah turun ke bawah buang-buang waktu, tapi kalian petugas partai," tegas dia.

Menurutnya, petugas partai yang terbaik adalah mereka yang dikenal oleh siapapun sebagai anggota PDIP tanpa harus menggunakan seragam atau atribut lainnya. Mega pun merasa sudah bisa melakukan itu karenanya harus bisa diterapkan seluruh anggota.

"Biar saya ndak pakai seragam semua juga pasti tau Ibu Mega itu yang senyam-senyum itu memang Ketum PDI Perjuangan kok, orang luar negeri tau," katanya.

Selain itu, sebagai petugas partai, harus memahami sejarah para pejuang bangsa, termasuk sejarah lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, bahkan dia menginginkan 1 Juni dijadikan bulannya Soekarno oleh partai.

"Jelas, makanya kalian nanti akan saya ajari harus bisa, kalau ditanya sebenarnya 1 Juni itu ada apakah? kalau ada yang enggak bisa jawab saya kasih sanksi loh," ucap Mega.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini