Kerugian Capai Rp15 T, Nasabah Indosurya Masih Setia Menunggu Pelimpahan Berkas

Kerugian Capai Rp15 T, Nasabah Indosurya Masih Setia Menunggu Pelimpahan Berkas Kredit Foto: Istimewa

Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim selaku kuasa hukum korban kasus penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, ikut merespons pernyataan Direktur Tipideksus Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Helmy Santika soal perjanjian perdamaian (homologasi) yang diajukan tersangka.

Menurutnya, hal tersebut memicu kekecewaan bagi para korban lantaran skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) hanya untuk menunda pembayaran kerugian para korban. Baca Juga: Sempat Memburuk Akibat Pandemi, Kini Ekonomi Indonesia Mulai Tunjukkan Pemulihan

"Saya tegaskan PKPU hanya modus dan alasan menunda pembayaran," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/5/2021).

Karena itu, pihaknya pun kembali mempertanyakan terkait penanganan kasus penipuan KSP Indosurya, yang belum memasuki pelimpahan berkas perkara, serta penyitaan aset para tersangka, yakni pemilik KSP Indosurya, Henry Surya.

"Kapan akan dilimpahkan berkas? Kerugian Rp15 triliun, aset mana yang disita? Kapan Henry Surya ditahan padahal syarat penahanan terpenuhi?," tanya Alvin Lim.

"Bantu perjuangan kami, dengungkan agar seluruh masyarakat tahu," tegasnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini