Hanya dari Ekspor Senjata Perang, Israel Sukses Kantongi Lebih dari Rp118 Triliun

Hanya dari Ekspor Senjata Perang, Israel Sukses Kantongi Lebih dari Rp118 Triliun Kredit Foto: Flash90/Tomer Neuberg

Pandemi corona secara global menghantam banyak negara, termasuk dalam sektor ekspor alat pertahanan atau senjata. Namun hal ini tidak berdampak bagi Israel yang menghasilkan lebih dari Rp 118 triliun Pada 2020 lalu.

Jumlah tersebut merupakan peningkatan 15 persen dalam jumlah perjanjian yang ditandatangani dibandingkan dengan 2019 yang menghasilkan lebih dari Rp 100 triliun. Angka ini juga merupakan capaian tertinggi kedua setelah 2017 yang mencapai lebih dari Rp 129 triliun.

Baca Juga: Aksi Brutal Militer Zionis di Gaza Kini Sebabkan Bisnis Israel Merosot USD368 Juta

“Peningkatan ekspor pertahanan pada puncak pandemi global merupakan pencapaian yang signifikan,” kata Kepala SIBAT, Divisi Kerjasama Ekspor dan Pertahanan Kementerian Pertahanan Israel, Yair Kulas, dilansir dari Jerusalem Post.

Dia juga menambahkan bahwa Israel tetap berada di 10 besar eksportir pertahanan dunia. Sementara Menteri Pertahanan Benny Gantz mengatakan industri Israel telah membuktikan bahwa mereka adalah salah satu perusahaan terkemuka dunia.

Baik dalam kualitas maupun kemajuan teknologi bahkan selama tahun krisis global. Kementerian, lanjutnya, telah bekerja secara intensif untuk memperdalam kesepakatan pemerintah yang akan terus dilakukannya 

Kulas mengatakan, meski menghadapi tahun yang penuh tantangan, ada peningkatan signifikan dalam jumlah transaksi yang ditandatangani pada 2020. Terutama kontrak antar pemerintah yang telah ditandatangani.

Dia menghubungkan peningkatan dengan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan militer oleh industri pertahanan Israel. Ia juga menekankan bahwa SIBAT (unit ekspor militer Kementerian Pertahanan) akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk mendukung industri Israel. "Juga untuk memperdalam dan memperluas kerjasama Israel dengan mitra kami di seluruh dunia," katanya.

SIBAT mengklaim bahwa negaranya telah menjadi salah satu pemimpin dunia selama bertahun-tahun terkait produksi alat pertahanan. Industri pertahanan Israel dikatakan telah memimpin perusahaan internasional dan mengekspor ke negara-negara di seluruh dunia.

Menurut SIBAT, pada 2020 perusahaan Israel mengekspor antara lain Radar dan Electronic Warfare (16 persen), amunisi dan persenjataan (16 persen), pesawat berawak dan avionik (13 persen), observasi dan optronik (13 persen), rudal, roket, dan sistem pertahanan udara (10 persen), stasiun senjata dan peluncur (8 persen), C4I dan sistem komunikasi (8 persen), sistem drone dan UAV (6 persen), intelijen, sistem informasi dan siber (5 persen), kendaraan dan APC (3 persen), jasa dan lainnya (2 persen).

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini