Saling Puji Capaian WTP Daerah, Anies Baswedan-Ridwan Kamil Serasi untuk Capres 2024

Saling Puji Capaian WTP Daerah, Anies Baswedan-Ridwan Kamil Serasi untuk Capres 2024 Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Hubungan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil alias Kang Emil, terlihat begitu akrab juga begitu mesra. Terbaru, mereka saling memuji dan mengucapkan selamat atas capaian mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah masing-masing dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Melihat keharmonisan ini, ada yang dorong-dorong Anies-Emil jadi pasangan serasi untuk 2024.

Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat sama-sama mendapat predikat WTP dari BPK atas laporan keuangan tahun 2020. Untuk Pemprov DKI, merupakan WTP keempat kali secara berturut-turut. Sedangkan untuk Pemprov Jawa Barat, merupakan WTP ke-10 kali berturut-turut.

Baca Juga: Tampil di Ajang Internasional, Anies Baswedan Kembali Buat Publik Kagum: Bismillah Presiden 2024

Kang Emil amat senang dengan raihan predikat WTP ini. Ia lalu mencuitkan prestasi itu di akun Twitter @ridwankamil. "Jawa Barat meraih penghargaan tertinggi WTP (wajar tanpa pengecualian) dari @bpkri yang ke-10 kali secara berturut-turut....," tulis Emil, bangga, Senin (31/5).

“Semoga pengelolaan manajemen keuangan pembangunan Jawa Barat selalu pruden dan taat asas dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. WTP ini kerja keras semua pihak, termasuk kerja baik dari gubernur terdahulu @aheryawan. Semangat Jabar, juara lahir batin,” tulisnya lagi

Melihat cuitan rekannya itu, Anies langsung memberikan pujian. "Selamat, Kang!" cuit Anies, di akun @aniesbaswedan.

Diberi selamat itu, Emil menyampaikan terima kasih ke Anies. Tak lupa, Emil juga memberi ucapan selamat serupa ke Anies, lantaran DKI juga berhasil meraih predikat WTP empat kali berturut-turut.

"Hatur nuhun, Mas Anies. Sukses juga untuk DKI pencapai WTP 4 kalinya," cuit Ridwan.

Hubungan Anies dan Emil selama ini terjalin baik. Keduanya sering bertemu untuk melakukan sinergi pembangunan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini