Antony Blinken Kini Desak Amerika Tengah Bantu Atasi Masalah Imigran

Antony Blinken Kini Desak Amerika Tengah Bantu Atasi Masalah Imigran Kredit Foto: AP Photo/Graeme Jennings

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken meminta negara-negara Amerika Tengah lebih banyak membantu menahan gelombang imigran ilegal. Dalam kunjungannya ke kawasan tersebut, Blinken juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kesehatan demokrasi dan hak asasi manusia setempat.

Di konferensi pers gabungan dengan Presiden Kosta Rika Carlos Alvarado, Blinken mengatakan AS ingin mendengar dari rekan-rekannya di kawasan mengenai komitmen mereka dalam mengelola tekanan imigrasi.

Baca Juga: Sayonara Larangan Migran! Di Tangan Biden, Amerika Pelan-pelan Setop Kebijakan Era Trump

"Pemerintah yang baik sangat penting dalam menghadapi tentangan dan memanfaatkan peluang saat ini, tetapi kini kami melihat di banyak bagian di kawasan ini demokrasi dan hak asasi manusia dilanggar," kata Blinken, Rabu (2/6/2021).  

Blinken menyebutkan mengikisnya independensi lembaga yudisial, tekanan pada media dan organisasi non-pemerintah independen dan gerakan anti-korupsi menunjukkan poin-poin yang ia maksud. Ia mencatat Amerika juga mengalami kemundurannya sendiri.

Sejak menjabat bulan Januari lalu, Presiden Joe Biden ditekan untuk mengurangi lonjakan gelombang imigran tanpa dokumen yang masuk melalui perbatasan AS-Meksiko. Blinken mengatakan kerja sama regional dalam mengatasi isu itu sangat penting dibandingkan sebelumnya.

Dalam pertemuan itu, Blinken juga berbicara dengan pemimpin-pemimpin negara Amerika Tengah dan Meksiko. Sebagian besar imigran yang berusaha masuk dari perbatasan dengan Meksiko dari tiga negara Amerika Tengah yakni Guatemala, Honduras dan El Salvador.

Washington menjanjikan bantuan bila tiga negara itu berkomitmen memperbaiki pemerintahan mereka. Janji tersebut diselimuti kekhawatiran mengenai suap, kronisme, tanda-tanda otoritarianisme dan upaya menghalangi hakim-hakim yang memiliki rekam jejak korupsi ditunjuk.

Amerika membantu negara-negara miskin untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan vaksin. Blinken mengatakan pekan depan atau pekan berikutnya pemerintah AS akan menetapkan rencana mengenai bagaimana mendistribusikan jutaan dosis vaksin. 

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini