Sesama Komisaris di Telkom, Arya Sinulingga Bela Abdee Slank: Jangan Diremehkan

Sesama Komisaris di Telkom, Arya Sinulingga Bela Abdee Slank: Jangan Diremehkan Kredit Foto: Instagram/Abdee Negara

Penunjukan Abdi Negara Nurdin alias Abdee Slank sebagai komisaris perusahaan BUMN PT Telkom Indonesia Tbk, terus menjadi sorotan publik. Kompetensi Abdee yang merupakan seniman kondang itu dipandang berseberangan dengan bidang telekomunikasi yang digeluti oleh Telkom. 

Namun, ada juga yang mengaitkan jabatan Abdee di BUMN dengan peran yang dilakukan sebagai tim sukses Presiden Jokowi pada pemilihan presiden. Diketahui Abdee adalah salah satu penggerak konser Salam 2 Jari yang disebut-sebut sebagai penentu kemenangan Jokowi pada 2014. 

Baca Juga: Kecewanya Said Didu Dengar Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom: Cocoknya Kelas C!

Konser dengan tema persatuan kemudian juga diselenggarakan pada 2019 yang mendorong kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Merespons hal tersebut, Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga pun menegaskan, saat ini 'jatah' relawan dan partai di BUMN sudah sangat sedikit. Bahkan menurutnya kurang dari 10 persen total komisaris BUMN yang ada.

"Hari ini makin kecil dari partai pun dicari yang paling kompeten, relawan pun begitu. Komposisinya kecil (10 persen) engak sampai," kata Arya dalam acara Catatan Demokrasi tvOne, dikutip Rabu (2/6/2021).

Dia pun meminta masyarakat untuk tidak memandang sebelah mata kompetensi komisaris BUMN yang telah ditunjuk Pemerintah. Meski, latar belakang keahliannya berbeda dengan bisnis BUMN itu sendiri.

"Jangan kita juga remehkan orang, ada seniman kita remehkan seniman, jangan seperti itu. Apalagi kalau kita lihat dia secara manajemen mampu dan sebagainya," tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini pun kerja komisaris di BUMN tidak mudah. Sebab, ada key performance indicator (KPI) yang harus dipenuhi, jika ingin bertahan.

"Kalau enggak sanggup berhenti bos," kata Arya yang juga Komisaris PT Telkom.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini