Penjualan Tumbuh, Inocycle: Kebutuhan Homeware Meningkat saat Pandemi

Penjualan Tumbuh, Inocycle: Kebutuhan Homeware Meningkat saat Pandemi Kredit Foto: Inocycle

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 4,8% dari Rp494,7 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp518,7 miliar pada tahun 2020. Meski begitu, INOV membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp9,2 miliar pada tahun 2020, berbalik dari tahun 2019 yang tercatat sebagai laba bersih Rp22,5 miliar.

Direktur INOV, Victor Choi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pendapatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatkan kebutuhan dari konsumen terhadap produk turunan INOV, termasuk peralatan rumah tangga (homeware). Ia menyebut, penjualan produk homeware naik hingga 99,1% dan produk non-woven naik 16,2% pada tahun 2020. Baca Juga: Sinetron Suara Hati Istri Zahra Tuai Kontroversi, Nasib Saham Dua Perusahaan Pemilik Indosiar....

"Meningkatnya penjualan INOV di tahun 2020 didukung oleh meningkatnya kebutuhan konsumen akan produk turunan INOV yaitu peralatan rumah tangga (homeware) dan produk bukan tenunan (non-woven) di masa pandemi Covid-19," jelas Victor, Rabu, 2 Juni 2021. Baca Juga: Rupiah Hari Ini, 2 Juni 2021: Sapu Bersih Mata Uang Asia dan Dunia!

Pada saat yang sama, kinerja keuangan perusahaan terbebani oleh penurunan harga minyak mentah ke titik terendahnya akibat pandemi Covid-19. Hal itu membuat persaingan harga antara Re-OSF dan bijih plastik asli yang merupakan turunan dari minyak mentah.

"Hal ini berdampak terhadap penurunan margin harga produk Re-PSF INOV dan terefleksi pada menurunnya laba kotor perusahaan. Selain itu, kerugian selisih kurs turun turut terimbas kepada rugi tahun berjalan," sambungnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini