Beda dengan Ganjar, Koalisi Airlangga-Anies Terbuka Lebar

Beda dengan Ganjar, Koalisi Airlangga-Anies Terbuka Lebar Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mengatakan, wacana pasangan capres-cawapres Airlangga Hartarto-Anies Baswedan dinilai bakal menjadi pasangan calon yang saling melengkapi. Ketokohan Airlangga yang dikenal sebagai sosok nasionalis bertemu religiositas Anies menurutnya dinilai cukup mengesankan.

"Keduanya miliki basis suara berbeda sehingga saling melengkapi. Airlangga dengan soliditas suara Golkar, Anies dari ceruk suara personalnya," kata Dedi kepada Republika.co.id, Rabu (2/6).

Keduanya bisa menjadi alternatif lawan bagi pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani yang kemungkinan diusung koalisi PDIP bersama Gerindra. Dedi memandang, secara personal Anies dinilai memiliki jangkauan sentimen pemilih lebih luas dibanding tokoh potensial lain. Anies juga dianggap memiliki potensi untuk diterima semua identitas pemilih di Indonesia.

Baca Juga: Mas Anies Jagain DKI Saja, Biar 2 Ketum Parpol Ini Melenggang ke Pilpres 2024

"Ini berbeda, misalnya, dengan Ganjar yang hanya dominan di identitas Jawa," ujarnya.

Ditambah lagi ada sinyal yang dilempar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang menutup pintu koalisi dengan sejumlah partai. Hasto mengaku PDIP tidak cocok dengan sejumlah partai, seperti Partai Golkar, PKS, Nasdem, dan Partai Demokrat. Dengan demikian, peluang koalisi Airlangga-Anies dinilai semakin terbuka.

Namun, langkah Gubernur DKI Jakarta itu untuk bisa diusung sebagai capres dirasa masih agak sulit karena tak ada dukungan partai politik di belakangnya. Oleh karena itu, Anies dirasa perlu membuka diri kepada partai politik agar tetap miliki potensi untuk diusung.

"Akan sangat baik jika Anies mulai membuka diri untuk merapat ke parpol, bisa PKS atau Nasdem. Dua parpol ini punya kesan terbuka menerima tokoh nonkader untuk diusung," tutur Dedi.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini