Rilis Karakter Superhero, Inikah Cara Baru Israel Gaungkan Propaganda Anti-Palestina?

Rilis Karakter Superhero, Inikah Cara Baru Israel Gaungkan Propaganda Anti-Palestina? Kredit Foto: Instagram/State of Israel

Seri komik pahlawan super Amerika sangat berpengaruh pada budaya populer dan terus berkembang melalui berbagai macam media. Mulai dari film sampai video gim.

Seri komik ini dipelopori oleh orang Yahudi Amerika. Superman DC, Spiderman, Captain America, dan Hulk merupakan karakter superhero ikonik yang sampai saat ini dikenal masyarakat.

Baca Juga: Kejahatan Perang, Pemimpin Dunia Ramai-ramai Berusaha Gendong Israel ke ICC

Orang-orang di belakang karakter itu adalah Jerry Siegel, Joe Shuster, Stan Lee, dan Jack Kirby. Di tengah kebangkitan fasisme di Eropa dan Perang Dunia II, banyak pahlawan super menjadi metafora dari pengalaman Yahudi menghadapi anti-Semitisme dan Holocaust.

Karakter tersebut harus hidup dengan identitas ganda atau tersembunyi untuk berasimilasi dalam masyarakat, misalnya X-Men. Meskipun digambarkan sebagai sekuler, Stan Lee dalam ceritanya bermaksud menjelaskan masyarakat harus selalu memerangi kejahatan karena kejahatan selalu ada.

Fungsi komik selain untuk menegakkan moralitas dan kebaikan, komik juga berfungsi sebagai propaganda pada masa perang, terutama dari Perang Dunia Kedua sampai sekarang pascaserangan 11 September.

Hari Minggu lalu, organisasi advokasi pro-Israel yang berbasis di Amerika Serikat, StandWithUs, mengunggah gambar seorang pahlawan Israel yang dinamai sebagai Iron Dome sama, seperti sistem pertahanan udara negara tersebut di Twitter-nya. Karakter itu mengenakan kostum biru putih bendera Israel dan di bagian dadanya terdapat simbol bintang daud.

Pada cicitannya, pahlawan itu disebut sebagai pelindung dan pembela Israel. Gambar itu dikreditkan pada unggahan Instagram milik aktris dan penyanyi Israel, Sarai Givaty, yang menyatakan gambar dibuat oleh seniman Yehuda Devir bersama istrinya Maya. Mereka bertugas di militer Israel dan sering menggambarkan kehidupan pernikahan sehari-hari dalam komiknya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini