PDIP Buka-bukaan Nyaman Koalisi dengan 4 Parpol Ini, Nasdem Adem Ayem, PKB Mulai Jumawa?

PDIP Buka-bukaan Nyaman Koalisi dengan 4 Parpol Ini, Nasdem Adem Ayem, PKB Mulai Jumawa? Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Partai Nasional Demokrat (NasDem) pantang bawa perasaan alias baper dengan pengakuan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.

Sebelumnya, dia mengungkap, PDIP hanya merasa nyaman berkoalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Dalam politik tidak bagus kalau baper,” balas Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Willy Aditya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dikatakan, dalam politik, biasa terjadi pasang surut hubungan antara partai politik. Sebab, partai politik mempunyai agenda dan kepentingannya masing-masing. “Itu biasa,” ucapnya.

Baca Juga: Vaksinasi Lansia, Upaya Menjaga dan Sayangi Orang Tua

Meski begitu, Partai NasDem tetap membuka komunikasi dan berhubungan baik dengan semua pihak, termasuk dengan PDIP. Baginya, komunikasi tetap harus dilakukan demi keutuhan bangsa. Sebab, membangun bangsa dan negara membutuhkan komitmen bersama. “Bagi NasDem, satu musuh terasa banyak,1.000 teman masih kurang,” ujarnya.

Menurut Willy, Pemilu 2024, apalagi Pilpres mendatang, masih terlalu jauh dibahas. Saat ini, komunikasi dan hubungan antar partai politik masih sangat cair, sehingga masih sangat memungkinkan bagi partai politik berubah arah koalisi menjelang Pemilu mendatang.

"Yang terpenting bagi NasDem saat ini adalah membangun struktur partai hingga kelurahan," tukasnya.

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Persatuan Pembangungan (PPP) Syaifullah Tamliha merasa senang dan berterima kasih kepada PDIP, karena sudah merasa nyaman dan cocok berkoalisi dengan partainya.

"Kalau sudah merasa nyaman, ya terima kasih lah," ucapnya.

Baca Juga: Celetuk Dewi PDIP: Jangan Terkecoh sama "Novel Baswedan" Si Manusia Picik Ini, Akal Bulus!

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini