Adik Perempuan Terkuat Kim Jong-un Mungkin Bakal Isi Jabatan Sekretaris Pertama Jika Kondisi...

Adik Perempuan Terkuat Kim Jong-un Mungkin Bakal Isi Jabatan Sekretaris Pertama Jika Kondisi... Kredit Foto: AFP

Posisi nomor dua yang baru dibuat di Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara (Korut) kemungkinan tetap kosong. Namun seorang pakar pada Rabu (2/6/2021) mengatakan posisi itu dapat diisi oleh saudara perempuan pemimpin Kim Jong-un, Kim Yo-jong, jika terjadi masalah kesehatan atau keadaan darurat lainnya.

Menurut laporan media Korea Selatan (Korsel), Yonhap, Partai yang berkuasa di Korut merevisi aturannya di sebuah kongres yang jarang terjadi pada Januari untuk memasukkan jabatan "sekretaris pertama" baru tepat setelah pemimpin Kim, menarik perhatian tajam tentang siapa yang akan mengambil posisi itu.

Baca Juga: 2 Orang yang Bakal Bantu-bantu Kim Jong-un Tidak Jelas, Analis Sampai Dibuat Bingung

Aturan yang direvisi menetapkan bahwa sekretaris pertama adalah "wakil" sekretaris jenderal.

"Dalam keadaan darurat, termasuk yang menyangkut kesehatan pemimpin Kim, Kim Yo-jong kemungkinan akan mengambil posisi wakil ini dan bertindak sementara sebagai penerus sampai kekuasaan diserahkan kepada putra Kim Jong-un," mantan Menteri Unifikasi Lee Jong-seok mengatakan kepada wartawan selama briefing daring.

Lee menunjukkan bahwa pemilihan sekretaris pertama tidak memerlukan pembukaan kongres partai dan dapat dengan mudah ditunjuk pada sidang pleno komite pusat.

"Artinya, jabatan itu bisa cepat dipilih jika pemimpinnya dalam keadaan darurat," katanya.

Jo Yong-won, seorang pembantu dekat Kim yang berspekulasi telah terpilih untuk jabatan itu, tidak mungkin mengambil posisi itu karena dia bukan bagian dari keluarga Kim atau "garis keturunan Paekdu," menurut Lee.

"Kami tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan Jo, tetapi pos wakil tampaknya lebih ditujukan untuk mengamankan stabilitas rezim untuk penerusnya," katanya.

Pada kongres Januari, pemimpin Kim terpilih sebagai "sekretaris jenderal" partai. Kim pernah memegang gelar "sekretaris pertama" dari 2012-2016 sebelum ia mengambil alih gelar "ketua" pada pertemuan kongres pada 2016.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini