Kelompok Sipil Myanmar Catatkan Lebih dari 800 Rakyat Gugur dalam Serangan Junta

Kelompok Sipil Myanmar Catatkan Lebih dari 800 Rakyat Gugur dalam Serangan Junta Kredit Foto: Reuters/Stringer

Kelompok masyarakat sipil melaporkan korban tewas sejak kudeta militer di Myanmar mencapai 842 orang hingga 2 Juni 2021.

Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) melaporkan tambahan satu korban asal Negara Bagian Kayah yang tewas pada 30 Mei dan didokumentasikan pada Rabu (2/6/2021). Dalam laporannya pada Kamis (3/6/2021) dini hari, sebanyak 4.468 orang masih ditahan, di mana 133 orang di antaranya dijatuhi hukuman.

Baca Juga: Di Ambang Perpecahan, Bos ASEAN Siapkan Penerbangan untuk Temui Junta Myanmar

AAPP mengungkapkan pasukan junta melepaskan tembakan tanpa alasan di Kotapraja Loikaw, Negara Bagian Kayah, pada 30 Mei 2021. Akibatnya, seorang laki-laki tewas tertembak saat mengendarai motornya.

Pada 2 Juni 2021, pasukan junta menangkap seorang mantan administrator desa di Kotapraja Mogok, Mandalay, dengan menggunakan dua kendaraan militer.

Masih di hari yang sama, menyusul ledakan bom di Kotapraja Pandaung, Bago, pasukan junta menangkap ibu berusia 62 tahun serta istri dari laki-laki yang dicari junta, Rabu kemarin.

Menurut AAPP, penangkapan sewenang-wenang tersebut dilakukan junta karena tidak dapat menemukan laki-laki yang menjadi target penangkapan.

Seorang kakek juga ditangkap di Kota Taungdwingyi, Magway, pada 31 Mei, karena pasukan junta tidak dapat menemukan cucunya bernama Pyae Phyo Paing yang merupakan aktivis politik.

Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi. Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini