Pemerintah Prioritaskan Digitalisasi Nasional, Perusahaan Menara Telekomunikasi Ini Meraup Berkah

Pemerintah Prioritaskan Digitalisasi Nasional, Perusahaan Menara Telekomunikasi Ini Meraup Berkah Kredit Foto: Annisa Nurfitriyani

Perusahaan menara telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berhasil menorehkan kinerja yang ciamik di tahun lalu. Berbekal hal tersebut, perseroan pun pada tahun ini optimis akan kembali mencetak pertumbuhan kinerja.

Direktur Utama PT Solusi Tunas Pratama Tbk, Nobel Tanihaha meengatakan bahwa kinerja positif di tahun 2020 tentunya menjadi modal besar dari rencana korporasi ke depan untuk terus melakukan inovasi.Pihaknya pun berharap industri telekomunikasi Indonesia akan melanjutkan momentum pertumbuhannya seiring dengan fokus pemerintah yang memprioritaskan digitalisasi nasional dan pembangunan infrastruktur, perluasan jaringan yang berkelanjutan dan densifikasi oleh operator telekomunikasi, serta pertumbuhan konsumsi data yang sehat.

“Terkait rencana pengembangan di tahun 2021, kami proyeksikan kinerja perseroan akan tetap tumbuh positif dengan mentargetkan kenaikan pendapatan dan EBITDA sebesar 8-11%,” ungkap Nobel Tanihaha, melalui keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: Belum Akan Berhenti! Perusahaan Menara Milik Sandiaga Bakal Tambah Lagi Ribuan Menara Tahun Ini

Seebagai informassi, pada tahun 2020 perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,8%, dari Rp1,76 triliun di 2019 menjadi Rp1,92 triiun di 2020. Pertumbuhan pendapatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penyewaan menara sehingga rasio penyewaan menara meningkat dari sebelumnya 1,75 kali di 2019 menjadi 1,89 kali di 2020.Hal ini sejalan dengan kebijakan strategis Perseroan untuk berfokus memaksimalkan aset Perseroan. Hal tersebut disampaikan Nobel Tanihaha Direktur Utama PT Solusi Tunas Pratama Tbk

Pendapatan usaha SUPR terutama berasal dari penyewaan infrastruktur milik Perseroan yang terdiri dari penyewaan menara telekomunikasi, penyewaan infrastruktur penguat sinyal di gedung-gedung, dan juga penyewaan dan pemakaian kapasitas infrastruktur jaringan kabel serat optik. Sekitar 86,5% pendapatan Perseroan pada tahun 2020 tercatat berasal dari empat operator telekomunikasi terbesar di Indonesia yaitu PT XL Axiata Tbk, PT Hutchison 3 Indonesia, Telkom Group (termasuk PT Telkom Tbk, PT Telekomunikasi Selular, PT Dayamitra Telekomunikasi), dan PT Indosat Tbk. 

“Pendapatan usaha Perseroan terutama berasal dari penyewaan infrastruktur milik Perseroan yang terdiri dari penyewaan menara telekomunikasi, penyewaan infrastruktur penguat sinyal di gedung-gedung, dan juga penyewaan dan pemakaian kapasitas infrastruktur jaringan kabel serat optic” ucap Nobel.

Baca Juga: PTPP Lakukan Topping Off Maritime Tower Senilai Rp706 Miliar

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, SUPR juga mencatatkan penambahan signifikan Laba Tahun Berjalan menjadi sebesar Rp708,8 miliar atau meningkat 210,3% jika dibandingkan dengan laba Tahun Berjalan pada tahun sebelumnya sebesar Rp228,4 miliar. 

“Di tahun 2020, perkembangan industri yang terdampak pandemi Covid-19 justru semakin mendorong kebutuhan akan konektivitas yang dapat diandalkan yang pada akhirnya turut berdampak positif pada pencapaian pertumbuhan penyewaan bersih Perseroan menjadi 12.145 atau tumbuh 8,9% dari tahun sebelumnya,” tambahnya.

Dari sisi Aset, Jumlah Aset SUPR di tahun 2020 tercatat sebesar Rp12,04 triliun, atau meningkat sebesar 7,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp11,16 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penambahan aset tetap dan kenaikan nilai revaluasi atas aset tetap.

Saat ini, korporasi yang melakukan penawaran umum saham perdana di tahun 2011 ini telah memiliki aset menara telekomunikasi di seluruh 34 provinsi di Indonesia di mana sebesar 87% aset menara telekomunikasi Perseroan terletak di Pulau Jawa dan Sumatera, dua pulau dengan kepadatan penduduk paling tinggi di Indonesia. Per 31 Desember 2020, Perseroan tercatat memiliki 6.422 menara dengan 12.145 penyewaan dengan rasio penyewaan menara sebesar 1,89x. Selain itu, Perseroan juga memiliki 38 jaringan Indoor DAS serta mengoperasikan 6,277 km panjang jaringan kabel serat optik di seluruh Indonesia, termasuk yang melalui kerja sama dengan PT Indonesia Comnets Plus.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini