Jauh dari Kata Untung! Pertanian di Gaza Malah Semakin Buntung

Jauh dari Kata Untung! Pertanian di Gaza Malah Semakin Buntung Kredit Foto: Arab News

Sektor pertanian Palestina di Gaza diperkirakan mengalami kerugian mencapai 204 juta dolar AS. Kementerian Pertanian Palestina di Gaza pada Rabu (2/6/2021) mengatakan, kerugian itu akibat serangan militer Israel pada 10 Mei lalu.

Kementerian Pertanian mengatakan, kerugian tersebut antara lain rusaknya ratusan hektare tanaman sayuran dan pohon akibat penargetan langsung oleh pasukan Israel. Selain itu, terganggunya aliran air untuk irigasi.

Baca Juga: Sepeninggal Netanyahu, Akankah Rakyat Palestina Bisa Lebih Optimistis?

"Pemilik ternak juga mengalami kerugian, karena sejumlah besar burung dan hewan mati akibat terhentinya pasokan pakan ternak, karena penutupan perlintasan perbatasan," ujar Kementerian Pertanian, dilansir Middle East Monitor, Jumat (4/6/2021).

Sebelum serangan pada 10 Mei lalu, sekor pertanian di Gaza sudah menghadapi kesulitan. Para petani memiliki kesulitan akses lahan dan tidak ada pasar yang dapat menampung hasil pertanian, termasuk tidak ada peluang ekspor.

Pemboman yang dilakukan oleh pasukan Israel membuat pertanian di Gaza menjadi lebih buruk. Pemboman menyebabkan penurunan tajam harga  produk pertanian, dan petani mengalami kerugian.

"Ada juga bencana lingkungan di utara Jalur Gaza, sebagai akibat dari pemboman Israel terhadap gudang milik pemasok kebutuhan pertanian termasuk pupuk, pestisida dan plastik," ujar para pejabat Kementerian Pertanian.

Mereka meminta lembaga internasional dan hak asasi manusia untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam mengatasi masalah ini. Apabila terus berlanjut, menurunnya sektor pertanian akan memiliki efek negatif pada manusia, hewan, lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Para pejabat Kementerian Pertanian mengatakan, kompensasi harus dibayarkan kepada petani dan pekerja lain di sektor pertanian di Gaza. 

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini