Meski Pandemi, Permintaan Produk Halal Tetap Meningkat

Meski Pandemi, Permintaan Produk Halal Tetap Meningkat Kredit Foto: Annisa Nurfitriyani

Kebutuhan masyarakat terhadap produk dan jasa berlabel halal semakin meningkat. Hal ini seiring dengan bertambahnya kesadaran terhadap kualitas, keamanan dan kesehatan produk yang dikonsumsi.

Laporan State of Global Islamic Economic Report 2020-2021 mengungkapkan tingkat konsumsi masyarakat muslim dunia mencapai US$ 2,02 triliun yang terserap di sektor makanan, farmasi, kosmetik, mode, perjalanan, dan media/rekreasi halal.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Jadi Produsen dan Eksportir Produk Halal Terbesar Dunia

Tingkat konsumsi tersebut diproyeksi terus meningkat hingga mencapai US$ 2,4 triliun pada tahun 2024 dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 3,1%.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan strategisnya pasar industri produk halal global ini memang tak hanya dikerubuti oleh negara dengan mayoritas muslim, seperti Indonesia dan Malaysia. 

Namun perusahaan-perusahaan dari China, Thailand, Filipina, Jepang, Korea Selatan dan Australia juga ikut berebut memproduksi barang-barang halal.

“Saya yakin kita bisa mengambil bagian pasar produk halal, paling tidak sebagai pemain utama di Asia,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pihaknya menginisiasi penyelenggaraan pameran Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-Motion) 2021 secara virtual pada 3-5 Juni 2021 bertujuan untuk membuka dan memperluas jangkauan pemasaran produk muslim Indonesia.

Selain itu, mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) produk muslim, memperkuat citra Indonesia sebagai pemain penting dalam industri halal dunia, serta mendukung upaya Indonesia untuk menjadi produsen produk halal terbesar di dunia.

“Kesempatan pelaku IKM Indonesia untuk masuk pasar dunia sangat besar, sayang apabila kita tidak menggunakan potensi ini. Maka itu, kami fasilitasi dengan pameran ii-Motion agar produk Indonesia bisa menembus ekspor,” paparnya.

Pameran virtual dalam kegiatan ii-Motion 2021 diikuti sebanyak 142 peserta yang berasal dari kelompok komoditas makanan dan minuman, fesyen, sepatu, tas, perhiasan, kosmetik serta peralatan rumah tangga.

Selain itu, terdapat satu booth Program Santripreneur, dua Klinik Konsultasi dan fasilitasi bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta empat booth penghargaan IKM.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini